TPA Lempeni Lumajang Disiapkan Jadi Pionir Pengelolaan Sampah Nasional

TPA Lempeni Lumajang Disiapkan Jadi Pionir Pengelolaan Sampah Nasional
Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat mendampingi kunjungan Kementerian PPN/ Bappenas. (Foto: Ist)

Lumajang, (DOC)Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lempeni, Kabupaten Lumajang, kini diproyeksikan menjadi pilot project nasional untuk transformasi sistem pengelolaan sampah. Langkah strategis ini digulirkan melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), yang bertujuan mengubah paradigma pengelolaan sampah dari pola lama kumpul-angkut-buang menjadi sistem terpadu dari hulu ke hilir.

Rencana ini mengemuka saat Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Ir. Medrilzam, bersama Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Dr. Ir. Restuardy Daud, meninjau langsung lokasi TPA Lempeni, Sabtu (18/7/2026). Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati.

Bacaan Lainnya

Pemerintah pusat memandang Lumajang sebagai kandidat ideal untuk menguji coba model pengelolaan sampah modern, terutama bagi daerah dengan timbulan sampah di bawah 500 ton per hari.

“Kami melihat prospek pengembangan pengolahan sampah melalui LSDP ini sangat feasible. Lumajang menjadi salah satu lokasi utama yang kami persiapkan,” ujar Medrilzam di sela-sela peninjauan.

Menurutnya, target utama adalah pada 2028, seluruh sisa sampah yang selama ini tidak tertangani dapat diintervensi melalui sistem baru. Nantinya, TPA hanya akan menerima residu akhir, sementara sisanya telah selesai diolah melalui TPS 3R dan TPST.

Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan perubahan tata kelola total. Pendekatan yang diusung adalah Pilah, Olah, Produk, dan Jual.

“Ini bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi mentransformasi tata kelola. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” jelas Restuardy.

Pilar utama transformasi LSDP adalah tata kelola kelembagaan, keberlanjutan finansial, infrastruktur terintegrasi dan nilai ekonominya.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut antusias peran Lumajang sebagai pilot projectnasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan pusat.

Baca Juga:  Pemerintah Tunda Rekrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Namun, Indah menekankan bahwa infrastruktur hanyalah satu bagian dari solusi. Kunci keberhasilan sesungguhnya terletak pada perubahan budaya masyarakat.

“Yang paling penting adalah perubahan tata kelola dan budaya masyarakat. Pengelolaan harus dimulai dari hulu memilah, mengolah menjadi produk bernilai, hingga memberikan manfaat ekonomi,” ungkap Bupati.

Bupati optimistis bahwa melalui program LSDP, persoalan sampah di Lumajang yang mencapai sekitar 500 ton per hari dapat diselesaikan dengan cara yang lebih produktif. Baginya, sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, melainkan potensi ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah.

Dengan penetapan lokasi yang ditargetkan tahun ini, tahap penguatan soft infrastructure seperti data, regulasi, dan edukasi masyarakat akan menjadi fokus utama sebelum pembangunan fisik dimulai pada 2028 mendatang.

Pos terkait