Tuntut Gaji Tak Molor, 5 Petugas Pencatat Meter PLN di PHK

Lumajang,(DOC) – Puluhan petugas baca meter PLN Lumajang terus melakukan aksi protes, dengan menggelar unjuk rasa di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi(Diskertrans) dan kantor Perusahaan Listrik Negara(PLN) Lumajang, Jawa Timur.

Puluhan petugas PLN Lumajang ini,  mendatangi kedua instansi tersebut dengan menggunakan motor. Tuntutan mereka yaitu menolak PHK 5 rekannya yang telah dilakukan oleh pihak managemen PT. Mahera Jaya Perkasa selaku mitra kerja PLN, per-tanggal 15 Agustus 2015 lalu.

“Kedatangan kami disini untuk mendesak kepada pihak PLN agar peduli dengan nasib 5 rekan kerja kami,”ujar wahyudi salah satu peserta demonstrasi, saat menggelar aksi di depan pintu masuk kantor PLN, Sabtu(22/8/2015) lalu.

Menurut Wahyudi, tanpa ada petugas baca meter, maka pihak PLN tidak akan bisa mencetak rekening tagihan ke pelanggan.

“Saya harap PLN bisa memperjuangkan kita walaupun kami adalah petugas yang di angkat oleh PT. Mahera jaya,”Pungkasnya.

Rencananya para tenaga pencatat meter PLN ini, akan melakukan mogok kerja hingga tuntutan mereka dikabulkan oleh managemen  PT.Mahera Jaya Perkasa.

“Tuntutan kami adalah pihak perusahaan bisa memperkerjakan lagi 5 orang rekan kerja kami. Jika tidak kami akan mogok kerja. Biar PLN merugi tak bisa menagih kepelanggan,” ujar Suyanto, peserta aksi lainnya.

Suyanto menjelaskan, sebenarnya PHK 5 rekan kerjanya tersebut, adalah dampak dari aksi protes para petugas pencatat meter PLN yang memprotes pembayaran gaji tidak tepat waktu. Menurut Suyanto, awalnya para petugas melapor ke Diskertrans. Sempat pihak managemen dipanggil untuk di pertemukan dengan para petugas. Namun  setelah itu, 5 rekannya di berhentikan.

“Sebelum ada PHK, kita sudah bolak balik melapor ke disnaker untuk di pertemukan dengan PT. Mahera, namun pihak PT. Mahera tiba-tiba memecat 5 rekan kerja kami,”pungkasnya.(im/r7)