D-ONENEWS.COM

Viking Sun Akhirnya Batal Sandar Di Surabaya, Ini Penjelasan Wali Kota Risma

Foto: Wali Kota Risma bersama Gibran Rakabuming Raka

Surakarta,(DOC) – Kapal pesiar Viking Sun berbendera Norwegia akhirnya tak akan bersandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada Jumat(06/03/2020) nanti.

Keputusan tersebut disampaikan pihak Pelindo III usai menggelar rapat dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas 1 dan Dinas Pariwisata Pemkot Surabaya, Rabu(04/03/2020) siang.

Beberapa jam sebelum keputusan tersebut keluar, Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan, bahwa kapal Viking Sun yang membawa ribuan penumpang rata-rata asal Australia dan London, sudah diproteksi dengan melarang penumpangnya untuk turun keluar pelabuhan Tanjung Perak.

Hal ini guna mengantisipasi penyebaran virus corona yang kini sudah merebak melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

“Kapal Viking Sun itu sebelum ke Surabaya sudah sandar ke pelabuhan Bojo. Saat pemeriksaan disana terdeteksi ada 2 penumpang yang suspect, sehingga saya akan berkirim surat ke pihak pelabuhan agar penumpangnya tidak keluar dari pelabuhan,” tegas Wali Kota Tri Risma disela pertemuannya dengan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, di rumah pecel Solo, Jawa Tengah, Rabu(04/03/2020) siang.

Mengenai boleh sandar atau tidaknya, kata Tri Risma, bukan kewenangan Pemkot Surabaya. Sehingga keputusan Pemkot hanya melarang penumpang kapal Viking Sun tidak boleh turun dari pelabuhan.

“Ini suratnya akan saya kirim. Tapi kalau sandar atau tidaknya urusan KKP dan Pelindo. Mungkin kalau nanti surat saya masuk, mereka akan mengambil keputusan,” tambahnya.

Wali Kota Tri Risma juga menjelaskan, soal masker milik Dinas Kesehatan yang masih tersedia banyak yang sudah disebar hingga ditingkat kelurahan.

“Jadi masker itu bukan kita timbun. Kita sudah menyediakan sejak Januari lalu dan bahkan sudah di bagikan ke pasar-pasar dan kelurahan. Ingatkan dulu kita bagi masker ke pedagang pasar unggas serta kelurahan melakukan aksi bagi-bagi masker. Itu kita bagi gratis dan bukan ditimbun,” papar Risma.

Masker-masker itu, kata dia, sudah tersedia sejak gunung Kelud di Kediri meletus hingga abu vulkaniknya sampai ke Surabaya. Saat itu Dinas Kesehatan (Dinkes) menstok masker banyak untuk dibagikan ke warga secara cuma-cuma.

“Masker itu masih banyak. Dan ketika ada peramal yang ngomong soal bencana hingga akhirnya muncul virus di Wuhan China, saya langsung meminta Dinkes untuk membagi-bagikan masker itu. Ini saya telpon salah satu lurah yang sudah membagikan masker gratis ke warga,” kata Risma sambil me loud speaker smartphone nya untuk berbincang dengan lurah Dukuh Pakis.

Bukan hanya masker yang akan dibagikan secara gratis ke masyarakat, tapi juga obat antiseptic untuk cuci tangan warganya sebelum makan.

“Antiseptic nanti kita bagi gratis. Gak masalah mahal, karena kita bisa bikin sendiri antiseptic nya. Dinkes itu sudah bisa buat antiseptic standar WHO,” pungkasnya.(robby)

Loading...

baca juga