Wajib PAUD 1 Tahun Jadi Gerbang Awal Pendidikan 13 Tahun di Surabaya

Wajib PAUD 1 Tahun Jadi Gerbang Awal Pendidikan 13 Tahun di Surabaya
Wajib PAUD 1 Tahun Jadi Gerbang Awal Pendidikan 13 Tahun di Surabaya

Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmennya dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui empat program prioritas strategis. Program jangka panjang ini menjadi pilar penting dalam mewujudkan generasi emas Surabaya yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

Untuk memastikan koordinasi dan implementasi berjalan optimal, Pemkot Surabaya bersama Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, akan menggelar Sosialisasi Program Prioritas PAUD dan Rapat Koordinasi Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Tahap 2 pada 15 Juli 2025 di Convention Hall Surabaya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari BBPPMP Jawa Timur, Kemenag, Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan, kader SOTH-PKK, camat, lurah, hingga organisasi mitra PAUD.

Rini Indriyani menjelaskan empat program prioritas yang menjadi fokus Pemkot:

  • Wajib Belajar 13 Tahun dengan 1 Tahun PAUD Pra Sekolah, sebagai upaya memberikan fondasi kuat bagi semua anak sejak dini.
  • Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), yang menanamkan kebiasaan positif seperti bangun pagi dan tidur cukup, di tambah dua nilai khas Surabaya sebagai pembentuk karakter.
  • MPLS Ramah Anak, menciptakan pengalaman awal sekolah yang menyenangkan dan bebas tekanan.
  • Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), sebagai wadah kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“SOTH ini bukan hanya tempat belajar bagi orang tua, tapi juga ruang untuk membentuk kesadaran bahwa mendidik anak adalah tugas bersama,” ujar Rini.

Sinergi Lintas Sektor

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Para Bunda PAUD akan menjadi motor utama di masyarakat, di dukung oleh kader PKK dan SOTH di tingkat akar rumput.

“Camat dan lurah memiliki peran strategis untuk memperkuat kebijakan dan pengawasan di wilayah. Mitra PAUD seperti PGRI, HIMPAUDI, IGTKI, IGRA, IGABA, P3TPA dan organisasi lainnya akan menyumbangkan keahlian mereka untuk mempercepat capaian,” terangnya.

Baca Juga:  Dinkes: BIAS Surabaya Dilaksanakan Bertahap hingga November 2025

Rini juga menyampaikan bahwa sosialisasi akan mencakup materi tentang advokasi wajib belajar, penerapan 7++ KAIH, monitoring MPLS, serta penggunaan sistem digital. Seluruh program di jadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 dengan koordinasi menyeluruh di semua kecamatan dan kelurahan.

“Dengan kolaborasi solid, kita bisa menciptakan ekosistem PAUD yang berkelanjutan. Mari kita bangun generasi Surabaya yang unggul sejak dini,” tutupnya. (r6)

Pos terkait