Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk tahap kedua.
Tahap pertama, SK pengangkatan PPPK sebanyak 2.086 di serahkan oleh Wali Kota Eri beberapa waktu lalu.
Sekarang secara simbolis, penyerahan SK-PPPK tahap kedua berbentuk digital di berikan kepada dua penerima di Gedung Graha YKP Surabaya, Rabu(8/5/2024).
Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri menyampaikan bahwa kalau mendapatkan rezeki besar seperti pengangkatan PPPK ini jangan pernah lupa meminta doa dan restu kepada orang tuanya.
Jika orang tuanya berada di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi meminta untuk di datangi lalu cium kakinya. Sembari menyampaikan terima kasih dan meminta doanya untuk langkah selanjutnya.
“Sedangkan kalau orang tuanya ada di luar kota, telepon beliau, sempatkanlah. Kalian di angkat PPPK hari ini, bukan karena keberhasilan diri sendiri. Sama seperti saya menjadi Wali Kota Surabaya, bukan karena saya sendiri. Tapi karena ada doa kedua orang tua yang di kabulkan oleh Tuhan yang di berikan melalui kita,” kata Wali Kota Eri.
Selain itu, Wali Kota Eri juga menyampaikan bahwa kalau sudah PPPK, maka kerjanya harus lebih semangat. Sebab, PPPK dan PNS itu tidak akan pernah terdampak oleh apapun, seperti di masa Covid-19 beberapa waktu lalu. Hampir semua pekerjaan terdampak dan kolap, tapi PNS tidak pernah karena tetap bertahan, dan penghasilannya tetap alias tidak terdampak.
“Selanjutnya, saya menyampaikan kalau mendapatkan rezeki seperti ini, maka jangan lupa untuk berinfaq dan bersedekah. Untuk memberikan sebagian rezeki kepada orang lain, karena yang saya ingatkan adalah rezeki yang kita terima. Sebagian itu adalah milik fakir-miskin yang di titipkan Tuhan kepada kita,” ujarnya.
Hak-hak PPPK Tahun Depan Sama Dengan ASN
Di samping itu, dalam bekerja di Pemkot Surabaya sudah menggunakan sistem merit. Oleh karena itu, jadikanlah Pemerintah Kota Surabaya ini sebagai rumahku adalah surgaku, artinya jadikan rumah untuk mencapai surga.
Wali Kota Eri juga berpesan kepada para PPPK itu untuk menguatkan kedekatan dengan para ASN di lingkungan Pemkot Surabaya. Sebab, PPPK tidak ada bedanya dengan ASN. Makanya, di tahun depan hak-hak mereka akan di samakan dengan hak-hak yang di terima ASN. “Kalau sekarang kan tidak mungkin karena sudah masuk bulan Mei dan sudah masuk anggaran yang sudah kita rencanakan di tahun ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap di tahun 2025 para PPPK itu bisa lebih sejahtera. Karena dia mengaku sudah meminta para asisten dan juga Sekretaris Daerah Kota Surabaya. Untuk menyamakan hak-hak PPPK dengan hak-hak yang di terima oleh PNS. “Nominalnya insyaallah yang terendah di Surabaya sudah di angka Rp 8 juta. Sehingga take home pay–nya sekitar Rp 10 jutaan di tahun depan. Semoga berkah,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya Ira Tursilowati mengatakan. Pada seleksi tahun 2023 lalu, Pemkot Surabaya menerima sebanyak 3.496 PPPK yang terdiri dari tenaga teknis. Tenaga kesehatan dan tenaga guru. Diserahkan SK-nya pada tahap pertama sebanyak 2.086 dan tahap kedua pada hari ini sebanyak 1.366. Sehingga masih ada beberapa yang proses dan harus di selesaikan.
“Nah, yang di serahkan SK-PPPK nya kali ini untuk guru sebanyak 1.167, untuk tenaga kesehatan sebanyak 140, dan tenaga teknis sebanyak 59. Kalau melihat dari SDM yang ada, memang masih belum terpenuhi semuanya, makanya di tahun 2024 ini Pemkot akan membuka pendaftaran CPNS dan PPPK kembali. Nanti tunggu informasih lebih lanjut,” pungkasnya.(r6)





