Lumajang,(DOC) – Memasuki hari ke-10 pasca ditetapkannya masa tanggap darurat erupsi Gunung Semeru oleh Bupati Lumajang melalui Surat Keputusan Bupati Lumajang Nomor 188.45/419/421.12/2020, tentang Status Tanggap Bencana Letusan Gunung Semeru,
Hingga saat ini Posko Terpadu Penanggulangan Bencana yang berada di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang tetap siaga mengantisipasi kemungkinan APG susulan.
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik, Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, terkait progres sampai hari ke sepuluh pukul 12.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru menurut para pengamat sudah mulai landai, tidak seperti tanggal 1 – 7 Desember 2020.
“Trennya saat ini sudah mulai ada penurunan. Mengingat gunung api fluktuatif, maka kondisinya tidak bisa ditentukan, sehingga semuanya tergantung pada pos pengamat Gunung Semeru yang berada di Gunung Sawur,” ujarnya.
Wawan menambahkan, sebelum berakhirnya masa tanggap darurat yaitu Tanggal 14 Desember 2020, kemungkinan akan ada rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Dansatgas terkait kondisi Gunung Semeru.
“agar nanti pada saat penutupan masa tanggap darurat diharapkan sesuai prediksi, semuanya tergantung Dansatgas dan Bupati Lumajang terkait kelanjutan dari pemantauan Gunung Semeru,” terangnya.
Hingga sampai saat ini Gunung Semeru masih wapada level II. Setelah masa tanggap darurat selesai untuk personel yang melakukan pemantauan di sekitar warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru.
“Nantinya akan kita sampaikan kepada Muspica terutama dari desa, untuk BPBD Kabupaten Lumajang sendiri nantinya akan ada tim TRC atau relawan akan kita turunkan untuk ikut melakukan pemantauan. Semua itu tergantung hasil rapat koordinasi dengan Dansatgas,” ungkap wawan Hadi Siswoyo.
Ia menjelaskan, beberapa personel dikerahkan di posko untuk melakukan tinjauan ke lokasi terkait dampak Awan Panas Guguran (APG). Pembuatan tanggul darurat di DAS Rejali, Dusun Kebondeli utara, sebagai antisipasi penananganan darurat tanggul di Dusun Kebondeli selatan Desa Sumberwuluh, serta siaga pergerakan evakuasi warga antisipasi potensi banjir dan material awan panas guguran.
“Karena hasil pantauan ditemukan ada beberapa titik lahar dingin baru, dikarenakan jalur utama mulai tertutup material endapan Awan Panas Guguran,” jelasnya.
Unsur yang terlibat dalam penanganan dampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, antara lain BPBD, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dishub, DLH, Dinas PUPR, Basarnas, Forkompimca Pronojiwo, Forkompimca Candipuro, serta relawan bencana dan potensi lainnya.(imam)





