
Gresik, (DOC) – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat sistem proteksi jaringan transmisi yang menyuplai pelanggan industri strategis di Gresik, salah satunya PT Petrokimia Gresik.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik dengan melakukan energized Relay Control Panel (RCP) pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Petrokimia-Segoromadu #1 dan #2.
Perangkat tersebut menjadi bagian penting dalam sistem proteksi jaringan transmisi. Ketika terjadi kondisi abnormal atau gangguan pada jaringan, sistem proteksi berfungsi mendeteksi dan mengamankan jaringan sehingga dampaknya dapat ditekan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN menjaga kontinuitas dan kualitas pasokan listrik bagi pelanggan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT), khususnya PT Petrokimia Gresik yang memiliki kebutuhan listrik besar untuk mendukung kegiatan industrinya.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan peningkatan keandalan sistem transmisi menjadi bagian dari pelayanan PLN kepada pelanggan, terutama sektor industri yang membutuhkan kepastian pasokan listrik.
“Keandalan listrik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kepada pelanggan. Energized Relay Control Panel SUTT 150 kV Petrokimia-Segoromadu #1 dan #2 menjadi salah satu upaya kami meningkatkan keandalan sistem proteksi transmisi yang menyuplai pelanggan tegangan tinggi, khususnya PT Petrokimia Gresik,” kata Ika, Jumat (18/9/2026).
Menurut Ika, penguatan sistem proteksi dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan sekaligus memastikan peralatan transmisi yang menjadi bagian dari sistem suplai pelanggan dapat bekerja secara optimal.
PLN UIT JBM, lanjut dia, juga akan melanjutkan berbagai upaya pemeliharaan jaringan secara berkala, penguatan sistem proteksi serta pengembangan dan peningkatan peralatan transmisi.
“PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu pelanggan strategis dengan kebutuhan listrik yang besar dan membutuhkan tingkat keandalan yang tinggi. Karena itu, kami berkomitmen memastikan infrastruktur transmisi yang menjadi bagian dari sistem suplai pelanggan dapat beroperasi secara optimal, aman dan andal,” ujarnya.
Ika mengatakan peningkatan infrastruktur kelistrikan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga pasokan listrik saat ini, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan energi listrik yang terus berkembang, terutama dari sektor industri.
Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026, menurutnya, menjadi pengingat bagi PLN untuk terus melihat kebutuhan pelanggan dan melakukan perbaikan pada sisi layanan maupun infrastruktur kelistrikan.
“Kami akan terus menghadirkan berbagai improvement dan inovasi untuk memastikan listrik yang disalurkan kepada pelanggan tetap andal dan berkelanjutan,” pungkas Ika.




