Lumajang (DOC)-Ketua Asosiasi Petani tembakau Indonesia (APTI) Lumajang, Dwi Wahono berharap kepada pemerintah memberikan bantuan gudang pengering tembakau.
“Gudang-gudang pengering tembakau milik petani ini yang dulu-dulu ini sudah pada rusak, sehingga petani sangat mengharapkan bantuan gudang pengering tembakau dari pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, pupuk juga sangat diharapkan karena sekarang kan fenomenanya pupuk langka kemudian terhapusnya pupuk ZA subsidi oleh pemerintah untuk porsi petani tembakau, sehingga minimal pemerintah bisa membantu terkait dengan pupuk.
“Saya berharap pemerintah bisa membantu terkait dengan pupuk,” ujarnya.
Dwi menambahkan, tahun 2022 tembakau white burley saat ini kembali mitra dengan petani tembakau, karena dua tahun lalu sudah holiday crop.
“Kalau yang hite burley kan begitu tebang langsung digantung di gudang. Itu salah satunya,” terangnya.
Lebih lanjut Dwi menyampaikan, saat ini manfaar yang dirasakan petani Salah satunya bantuan-bantuan kultifator. Alat kultifator itu kan untuk mengefisiensi tenaga. Jadi pengganti paculan, dann handtractorotary untuk mengefisiensikan pengolahan tanah.
“Menggunakan handtractor biasa, menjelang pengolahan tanah, menjelang tanam itu untuk menggemburkan tanah itu butuh 3 kali, tapi kalau pakai handtractorotary ini cukup 2 kali,” pungkasnya.(Imam)