
Surabaya, (DOC) – Langkah konsisten Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengentaskan kemiskinan dan menekan angka stunting kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026), Kemendagri menganugerahi Kota Surabaya sebagai Terbaik II Tingkat Kota untuk penanggulangan kemiskinan dan stunting.
Selain itu, inovasi pendanaan kota juga diakui lewat penghargaan Terbaik I Tingkat Kota untuk kategori Creative Financing (Pembiayaan Kreatif).
Keberhasilan ini membuat Kota Pahlawan berhak membawa pulang dana insentif total senilai Rp5 miliar. Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.
Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah buah dari ekosistem gotong royong yang berjalan di Surabaya.
“Ini adalah hasil sinergi kolektif. Kami mengintegrasikan penanggulangan kemiskinan dan stunting dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari ASN, OPD, Kader Surabaya Hebat (KSH), RT/RW, hingga akademisi di bawah payung program Kampung Pancasila,” jelas Syamsul pada Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaanya, Pemkot Surabaya mengintegrasikan berbagai program intervensi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Adapun beberapa program ungulan yang terus dijalankan di antaranya, Kampung Pancasila, Satu KK Satu Sarjana, Padat Karya, Satu RW Satu Nakes, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
“Program ini terus kami jaga konsistensi dan efektivitas di lapangan, jalannya program-program ini dipantau ketat melalui evaluasi langsung dan berkala yang dipimpin oleh Wali Kota Surabaya bersama Satgas Kampung Pancasila,” jelas Syamsul.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga memanfaatkan teknologi dengan menyediakan aplikasi khusus untuk mengevaluasi kinerja program.Tak hanya itu, ruang partisipasi dibuka lebar bagi masyarakat untuk memberikan atensi, masukan, maupun saran melalui aplikasi yang ada serta melalui Hotline Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Selain sukses dalam program sosial, Surabaya dinilai unggul dalam menghadirkan alternatif pembiayaan pembangunan tanpa melulu bergantung pada APBD murni. Penghargaan Terbaik I Creative Financing diraih berkat keberhasilan Pemkot melibatkan pihak swasta dan masyarakat secara masif.
Langkah strategis yang dilakukan meliputi optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia usaha, pelaksanaan kerja bakti massal yang bersinergi dengan instansi vertikal seperti TNI dan Polri, hingga penjajakan pembiayaan alternatif yang akuntabel bersama Bank Jatim serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
“Dengan adanya penghargaan ini, kami berkomitmen untuk terus mempertahankan tren positif untuk mewujudkan kesejahteraan warga yang merata dan bebas stunting,” tutupnya.





