Tak Lolos Kepala Desa, Warga Desa Tempeh Tengah Demo Ngeluruk kantor DPRD Lumajang

 

Bacaan Lainnya

Lumajang, (DOC) – Puluhan warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh ngeluruk kantor DPRD Kabupaten Lumajang, Rabu (6/9/2023).

Warga yang melakukan aksi demontrasi adalah merupakan pendukung dari dua bakal calon kepala desa yang tak lolos dalam Pemilihan Kepala Desa yakni Suwojo, dan Noto.

Mereka memprotes lantaran ketidaklolosan sebagai bacakades ada yang janggal

Dalam aksinya warga langsung di temui Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang serta anggota untuk dilakukan mediasi di ruang Rapat Paripurna.

“kronologi pendaftaran bacakades yang dilakukan oleh Panitia, dimana salah satu calon telah nyata melakukan rekayasa untuk memperbanyak bakal calon kades, dimana hal ini tidak ada teguran dari Panitia,” ujar Noto menjelaskan kepada anggota DPRD Lumajang.

Menurutnya, Panitia juga selama ini tidak ada sosialisasi yang jelas terkait persyaratan pencalonan kepala desa.

“Saya telah menjadi korban, aspirasi ini harus direkom bahwa Pilkades di Tempeh Tengah ini tidak sah. Saya akan kejar terus kalau hari ini tidak ada keputusan terkait aspirasi Saya yang telah dirugikan ini,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa, Mustajib mengatakan, yang sudah mendaftar calon kepala desa ada 8 orang. Namun yang tidak memenuhi syarat yakni Noto, Suwojo dan Dwi.

Sedangkan nama yang telah dinyatakan lulus dalam uji kompetensi dan telah ditetapkan sebagai calon Kepala desa Tempeh Tengah yakni Mochamad Mashudi, Susi Agustinah, Anisah Nurullia.S, Rini Wulan Ndari, Moh.Mansyur Sah.

“Terkait kekecewaan Pak Noto saya bisa memaklumi, andai saja calon lain yang juga tidak lolos mungkin juga akan melakukan hal sama.
– Proses seleksi tambahan sudah kami lakukan secara terbuka dan semua mengetahui prosesnya secara gamblang, ini untuk meminimalisir kecurigaan,” terangnya.

Mustajib menegaskan, tidak pernah membuka komunikasi dengan siapapun terkait sebelum pelaksanan ujian seleksi tambahan.

Baca Juga:  Banjir dan Longsor Lumajang: Satu Orang Tewas, Dua Hilang

“Terkait soal yang disinyalir sudah kami tandai ini sangat tidak mungkin karena soal diambil secara acak dan peserta mengambil sendiri, kalaupun ada tanda maka semua soal juga akan ada tandanya juga,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Eko Adis Prayoga menampung aspirasi warga Tempeh Tengah untuk selanjutnya dicarikan solusi bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang.

“Kita sadari bersama Perbup kita masih ada beberapa celah untuk dimainkan, ini menjadi evaluasi kita bersama untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lumajang,” terangnya. (Imam)

Pos terkait