Pj Gubernur Ungkap Strategi Besar PT Petrogas Dongkrak PAD

Pj Gubernur Ungkap Strategi Besar PT Petrogas Dongkrak PADSurabaya,(DOC) – Dalam rapat paripurna yang di gelar Rabu(19/2/2025) pagi, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, memaparkan kondisi keuangan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta prospek bisnis PT Petrogas Jatim Utama (PJU) di hadapan DPRD Jawa Timur. Rapat ini merupakan bagian dari pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perusahaan Perseroan Daerah Petrogas Jatim Utama.

Di pimpin oleh Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, rapat tersebut di warnai berbagai pertanyaan dari fraksi-fraksi mengenai kinerja dan strategi perusahaan energi milik daerah tersebut.

Bacaan Lainnya
Penurunan Laba dan Strategi Pemulihan

Menanggapi pertanyaan Fraksi PKB terkait penurunan laba bersih PT PJU sebesar 13% pada 2023 di bandingkan 2022. Adhy menjelaskan bahwa hal itu di picu oleh berkurangnya penyerapan gas oleh PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Gresik.

“Penurunan laba ini terjadi akibat turunnya penyerapan gas oleh PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Gresik. Namun, kami telah mengambil langkah strategis agar PLN kembali menyerap gas sesuai alokasi dari Wilayah Kerja (WK) Ketapang, serta memperluas penjualan gas ke sektor industri,” ungkap Adhy.

Keuangan Sehat dan Tren Positif

Menjawab pertanyaan Fraksi PDI Perjuangan terkait kesehatan finansial PT PJU dalam lima tahun terakhir. Adhy menegaskan bahwa perusahaan dalam kondisi prima berdasarkan self-assessment menggunakan modul Kemendagri.

“Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kesehatan perusahaan meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2020 PT PJU mendapat skor 84,05 (kategori AA – Sehat), dan meningkat hingga 96,55 (kategori AAA – Sehat) di 2024,” jelasnya.

Kontribusi PAD yang Meningkat

Adhy juga memaparkan kontribusi PT PJU terhadap PAD yang terus mengalami peningkatan signifikan. Sejak berdiri, PT PJU telah menyetor dividen total Rp 126,037 miliar kepada Pemprov Jatim.

“Pada 2024, PT PJU menyumbang PAD sebesar Rp 22,5 miliar. Kami proyeksikan meningkat hingga Rp 29,5 miliar pada 2029,” bebernya.

Baca Juga:  Mantan Anggota DPRD, Binti Rochma Divonis 18 Bulan Penjara Dan Denda Rp 50 Juta
Ekspansi Bisnis ke Sektor Energi Terbarukan

Fraksi Partai Golkar menyoroti prospek pengembangan usaha PT PJU, khususnya di sektor migas. Menanggapi hal itu, Adhy menyebut bahwa PT PJU kini tak hanya fokus pada gas bumi. Tetapi juga mulai merambah energi terbarukan.

“Saat ini PT PJU tengah mengembangkan bisnis di sektor energi baru terbarukan (EBT), seperti solar panel dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLT Mikro Hidro), serta ekspansi pelabuhan di Probolinggo,” terangnya.

Terkait permodalan, Adhy memastikan bahwa PT PJU mengandalkan modal sendiri serta kerja sama strategis dengan pihak ketiga untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya.

Rekor Dividen Tertinggi di 2024

Saat di tanya Fraksi Partai Golkar mengenai pencapaian terbesar PT PJU sejak berdiri, Adhy menegaskan bahwa 2024 menjadi tahun terbaik dalam hal kontribusi dividen.

“Tahun ini, PT PJU menyetor dividen sebesar Rp 22,5 miliar, angka tertinggi sejak perusahaan didirikan pada 2006,” pungkasnya.

Dengan strategi ekspansi dan optimisme pertumbuhan, PT PJU di yakini akan semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak sektor energi di Jawa Timur, sekaligus berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah.(wafik/r7)

 

Pos terkait