Mahasiswa PTMA Jadi Relawan Pendidikan di 48 Sanggar Belajar Malaysia

Mahasiswa PTMA Jadi Relawan Pendidikan di 48 Sanggar Belajar Malaysia
Mahasiswa PTMA Jadi Relawan Pendidikan di 48 Sanggar Belajar Malaysia

Kuala Lumpur,(DOC) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah `Aisyiyah (PTMA) atas kolaborasi mereka dalam menjalankan proyek kemanusiaan pendidikan melalui Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Kemitraan Internasional (PKM KI).

Kedua program ini kini telah memasuki angkatan ke-12 dan menjadi bagian misi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Proyek ini memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak migran Indonesia yang tersebar di wilayah seperti Kuala Lumpur, Penang, Johor, Sabah, dan Kuching Sarawak, hingga pelosok lainnya di Malaysia.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan adalah hak semua anak, apa pun latar belakang dan kondisinya. Pendidikan bermutu dan merata harus menjangkau hingga ke ujung-ujung negeri, termasuk anak-anak migran di luar negeri. Ini adalah perjuangan tanpa batas dan dedikasi tanpa henti, untuk menggali potensi anak-anak kita di seluruh Sanggar Belajar (SB),” ujar Abdul Mu’ti dalam kunjungannya di Kuala Lumpur, Minggu (26/1).

Mendikdasmen juga memberikan penghargaan khusus kepada para guru di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) atas pengabdian mereka. Ia menegaskan, Kemendikdasmen akan memprioritaskan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta memperkuat pendekatan partisipatif di SB, menjadikan mereka sebagai pusat kekuatan sosial dalam membuka akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Langkah Nyata Hadirkan Kesetaraan

Duta Besar RI untuk Malaysia, Indra Hermono, dalam sambutannya menekankan bahwa KKN KI dan PKM KI adalah langkah nyata untuk menghadirkan kesetaraan hak pendidikan bagi semua anak bangsa.

“Program ini luar biasa karena bukan hanya memberi pengajaran, tetapi menjadi bentuk relawan kemanusiaan internasional. Ini tentang memastikan anak-anak emas kita bisa meraih masa depan yang mereka impikan,” tutur Hermono.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Malaysia, M. Firdaus, turut menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa PTMA dari angkatan 1 hingga 12. Ia menilai kehadiran mereka menumbuhkan semangat belajar dan kreativitas anak-anak SB, meski dalam kondisi serba terbatas.

Baca Juga:  Mendikdasmen Tinjau Pendidikan Anak Indonesia di Kota Kinabalu

“Mereka tetap memiliki mimpi dan semangat besar. Mahasiswa PTMA memberi harapan baru bagi anak-anak ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sofyan Anif, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), menyampaikan bahwa KKN KI dan PKM KI PTMA bukan hanya proyek sosial. Kegiatan ini juga sarana membangun kompetensi internasional mahasiswa dan dosen.

“Lewat program ini, mahasiswa dan dosen belajar langsung menangani persoalan global. Selain itu, mereka pasti belajar memperkuat jati diri, serta membawa nilai-nilai kemanusiaan ke panggung internasional,” kata Sofyan. (r6)

Pos terkait