SMA Ali Maksum Yogyakarta Jadi Contoh Integrasi Teknologi dan Keagamaan

SMA Ali Maksum Yogyakarta Jadi Contoh Integrasi Teknologi dan Keagamaan
SMA Ali Maksum Yogyakarta Jadi Contoh Integrasi Teknologi dan Keagamaan

Yogyakarta,(DOC) – Melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengunjungi SMA Ali Maksum Krapyak pada Jumat (17/1). Kunjungan ini di fokuskan pada peninjauan praktik pembelajaran coding serta aktivitas keagamaan yang menjadi bagian dari keseharian siswa.

“Praktik baik yang di lakukan sekolah ini selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi,” ujar Wamen Atip. Ia mengaku mengapresiasi semangat belajar dan ragam kegiatan pendidikan yang di jalankan di sekolah tersebut.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan ke salah satu ruang kelas, Wamen Atip menyaksikan secara langsung proses pembelajaran coding. Menurutnya, kemampuan penguasaan teknologi digital seperti coding merupakan bagian penting dalam melahirkan generasi ilmuwan dan inovator Indonesia masa depan.

“Selain coding, pelajaran matematika juga sangat penting untuk mendongkrak capaian PISA Indonesia. Maka dari itu, metode pembelajaran perlu di rancang agar lebih aplikatif, kontekstual, dan menyenangkan bagi siswa,” jelasnya.

Visi Lima Tahun ke Depan

Ia juga menyampaikan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) lima tahun ke depan, yaitu mendorong pendidikan yang bermutu dan berdampak. Wamen Atip berharap sekolah-sekolah seperti Ali Maksum mampu mencetak lulusan unggul yang siap bersaing secara global.

“Saya berharap dari sekolah ini akan lahir tokoh-tokoh besar yang membawa pengaruh positif bagi bangsa. Pertahankan praktik baik yang sudah di jalankan,” tegasnya.

Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala SMA Ali Maksum sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren, Khoirul Fuad, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan. Ia menjelaskan bahwa SMA Ali Maksum merupakan bagian dari pondok pesantren Ali Maksum yang berdiri sejak 1990 dan resmi membuka jenjang SMA sejak tahun 2012.

“Sejak dua tahun terakhir, kami mengembangkan kelas coding. Selain itu, kami mengajarkan tiga bahasa sekaligus—Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia secara intensif,” ujar Khoirul.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Tebar 108 Hewan Kurban Perkuat Solidaritas di Pelosok Negeri

Ia juga menambahkan bahwa SMA Ali Maksum mendorong siswa berkarya melalui pameran hasil pembelajaran. Produk yang di hasilkan pun beragam, mulai dari karya fungsional hingga benda pakai sehari-hari.

“Sebagai sekolah swasta, kami ingin terus menjadi bagian dari proses transformasi pendidikan dan berkontribusi melahirkan generasi unggul untuk bangsa,” tutupnya. (r6)

Pos terkait