Inflasi Jatim Mei 2026 Tembus 3,49 Persen, Harga Cabai hingga Tiket Pesawat Jadi Biang Kerok

Inflasi Jatim Mei 2026 Tembus 3,49 Persen, Harga Cabai hingga Tiket Pesawat Jadi Biang KerokSurabaya,(DOC) – Laju inflasi di Jawa Timur kembali menguat. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Mei 2026 mencapai 3,49 persen. Angka tersebut melonjak dari 1,22 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, transportasi, dan kebutuhan masyarakat mendorong inflasi sepanjang Mei 2026.

Bacaan Lainnya

“Pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 3,49 persen. Sementara inflasi month to month sebesar 0,28 persen dan inflasi year to date sebesar 1,43 persen,” ujar Herum saat memaparkan perkembangan inflasi di Kantor BPS Jawa Timur, Selasa (2/6/2026).

Data BPS menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur pada Mei 2026 mencapai 111,83. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan IHK Mei 2025 yang berada di angka 108,06.

Kelompok Pangan Dominasi Inflasi

Makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 5,67 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan 10,65 persen. Adapun kelompok transportasi tumbuh 3,30 persen.

Emas perhiasan, tarif angkutan udara, cabai rawit, beras, daging ayam ras, minyak goreng, daging sapi, cabai merah, dan rokok kretek mesin menjadi komoditas utama yang mengerek inflasi tahunan Jawa Timur.

Harga emas perhiasan memberi kontribusi terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Di sektor pangan, kenaikan harga cabai rawit, beras, daging ayam ras, serta minyak goreng menjadi pendorong utama inflasi.

Tarif Pesawat Beri Andil Besar

Tarif angkutan udara menjadi komoditas yang paling dominan mendorong inflasi sektor transportasi. Kenaikan harga tiket pesawat mengangkat inflasi kelompok transportasi hingga 3,30 persen secara tahunan.

Sepanjang Mei 2026, kenaikan harga minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, beras, dan tarif angkutan udara ikut menambah tekanan inflasi bulanan.

Baca Juga:  Perekonomian Jatim Kian Membaik, Deflasi Bulan Agustus 0,25 Persen

Di sisi lain, turunnya harga telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, ikan mujair, jeruk, serta emas perhiasan membantu meredam laju inflasi.

Sumenep Tertinggi, Tulungagung Terendah

Sebanyak 11 daerah penghitung IHK di Jawa Timur mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Kabupaten Sumenep mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,12 persen dengan IHK 116,18.

Kabupaten Tulungagung berada di posisi terendah dengan inflasi 2,84 persen dan IHK 112,29.

Tren inflasi Jawa Timur pada Mei 2026 juga lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada Mei 2024, inflasi tercatat 2,83 persen. Angka itu kemudian turun menjadi 1,22 persen pada Mei 2025 sebelum kembali meningkat pada tahun ini.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga masih membayangi sejumlah komoditas strategis, terutama pangan dan transportasi. Meski begitu, inflasi Jawa Timur masih berada dalam rentang yang terkendali dan pemerintah terus memantau perkembangannya bersama para pemangku kepentingan terkait.(ode/r7)

Pos terkait