Gol Seleksi Sekda, DPRD Tekankan Kinerja dan Sinkronisasi Program

Gol Seleksi Sekda, DPRD Tekankan Kinerja dan Sinkronisasi Program

Surabaya,(DOC) – DPRD Kota Surabaya berharap seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) mendatang melahirkan sosok yang tak sekadar teknokratis, tetapi benar-benar memahami arah pembangunan Kota Pahlawan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiar Rifai, menegaskan bahwa Sekda yang ideal harus mampu menerjemahkan visi-misi Wali Kota Eri Cahyadi dalam dokumen RPJMD 2025–2029 ke dalam kerja birokrasi yang konkret.

“Sekda ke depan harus paham arah pembangunan kota dan bisa mengorkestrasi seluruh OPD agar program prioritas berjalan efektif dan terukur,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).

Bahtiar menekankan pentingnya peran Sekda sebagai motor penggerak, bukan sekadar juru administrasi. Ia juga menyebut perlunya target kinerja yang jelas dari setiap kandidat, sebagai bentuk komitmen mendukung visi kepala daerah.

Pemerintah Kota Surabaya telah menggelar Assessment Center untuk mengisi posisi strategis Pimpinan Tinggi Sekretaris Daerah (Sekda), Jumat (1/8/2025). Proses seleksi di siarkan secara langsung di kanal YouTube Bangga Surabaya, sebagai bentuk transparansi kepada publik.

“Masyarakat bisa ikut memantau dan memastikan proses seleksi ini berlangsung objektif,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.

Seleksi di mulai dengan pemaparan visi kepemimpinan oleh masing-masing peserta selama 10 menit. Acara kemudian di lanjutkan sesi tanya jawab dengan panel penguji yang terdiri dari akademisi ITS, Unair, serta perwakilan Kementerian dan Pemprov Jatim.

Berdasarkan Berita Acara Seleksi Administrasi Nomor 02/PANSEL-JPTPNII/2025, empat nama resmi lolos dan akan mengikuti tahapan lanjutan:

  • Dedik Irianto – Kepala Dinas Lingkungan Hidup
  • Eddy Christijanto – Kepala Dispendukcapil
  • Lilik Arijanto – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan
  • Rachmad Basari – Kepala Badan Pendapatan Daerah

Publik menaruh harapan besar agar proses seleksi ini melahirkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya piawai secara administratif, tapi juga mampu menavigasi pembangunan kota secara inklusif dan berkelanjutan. (r6)

Pos terkait