200 Anak Muda Jatim Resmi Deklarasikan Aksi Muda Wani Gerak

200 Anak Muda Jatim Resmi Deklarasikan Aksi Muda Wani Gerak

Surabaya,(DOC) – Sebanyak 200 anak muda dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur mendeklarasikan gerakan “Aksi Muda Wani Gerak” dalam acara peluncuran Jatim Young Changemaker Academy (JAYCA), yang di gelar di Marvel City Mall, Surabaya.

Bacaan Lainnya

Deklarasi ini menandai di mulainya program inkubasi sosial yang di rancang untuk mencetak pemimpin muda. JAYCA merupakan kolaborasi 13 lembaga dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

“JAYCA ingin menanamkan lima prinsip utama dalam aksi sosial: empati, solidaritas, inisiatif, kolaborasi, dan keberlanjutan,” kata Bambang Kuncoro Yekti, Ketua Panitia Launching JAYCA sekaligus Ketua Yayasan Ruang Pasien Indonesia.

Program ini terbuka bagi pelajar SMP dan SMA di seluruh Jawa Timur. Selama enam bulan, peserta akan mendapat pendampingan intensif untuk menggali potensi diri dan menciptakan solusi atas persoalan sosial di sekitar mereka.

“Jayca hadir menjadi wadah lahirnya pemimpin muda yang mampu menjawab persoalan nyata bangsa,” ujar Gusti Muhammad Hamdan, Pendiri Yayasan Urunan Kebaikan.

Pameran 13 lembaga kolaborator

Di acara launching, juga di gelar pameran dari 13 lembaga kolaborator JAYCA dan komunitas sosial serta lingkungan hidup. Selain itu, sejumlah anak muda menerima The Duke of Edinburgh International Award sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, sebanyak 65% anak muda di Jawa Timur merasa tidak terlibat dalam kegiatan sosial atau lingkungan.

“Situasi ini di perparah oleh krisis iklim, tekanan psikologis, kekerasan, hingga pola pengasuhan yang tidak adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelas Bambang.

UNICEF juga melaporkan bahwa lebih dari 1 miliar anak di dunia hidup dalam risiko tinggi akibat perubahan iklim. Di Indonesia, satu dari tiga remaja mengalami gangguan kesehatan mental, dan kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Timur masih tinggi.

Baca Juga:  Tanpa Tes, Puluhan Siswa Khadijah Tembus PTN Ternama

“Jayca menjawab kebutuhan anak muda akan ruang aman dan nyata untuk bergerak,” kata Ara Kusuma, Program Manager Ashoka. Ia merujuk pada survei Universitas Negeri Surabaya tahun 2022 yang menemukan bahwa 72% anak muda ingin platform untuk mengekspresikan kepedulian mereka.

Melalui JAYCA, para peserta tidak hanya di latih berpikir kritis dan inovatif, tetapi juga di ajak untuk membangun ekosistem perubahan sosial.

Enam Manfaat Utama Mengikuti JAYCA

1. Mentoring mingguan bersama para penggerak sosial dan sociopreneur dalam enam bidang, yakni:

  • Kesehatan dan kesejahteraan
  • Inklusivitas
  • Lingkungan hidup
  • Keluarga dan pengasuhan alternatif
  • Perlindungan anak
  • Pendidikan

2. Akses jaringan gerakan sosial, untuk mendukung implementasi aksi.

3. Koneksi langsung dengan pelaku perubahan yang sudah berpengalaman.

4. Dukungan keluarga sebagai changemaker family, yang memperkuat proses perubahan dari rumah.

5. Kesempatan meraih penghargaan internasional The Duke of Edinburgh.

6. Peluang mengikuti seleksi Ashoka Young Changemaker 2027.

Program ini akan berlangsung hingga April 2026. Di akhir masa inkubasi, peserta akan mempresentasikan proyek sosial mereka dan menerima pengakuan atas dampaknya.

Energi Anak Muda Tak Boleh Disia-siakan

“Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah krisis iklim dan sosial. Masa depan adalah milik kita, dan kita harus turun tangan,” tegas Luftan, salah satu penggerak muda.

Ia mencontohkan bagaimana aksi Gen Z di negara-negara seperti Filipina, Nepal, hingga Indonesia telah memicu perubahan sosial nyata. Dari krisis iklim hingga ketidakadilan sosial, energi dan kreativitas anak muda bisa jadi solusi.

Sementara itu, Dr. Tri Wahyu Liswati, M.Pd., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (P3AK) Provinsi Jawa Timur, menyatakan dukungannya terhadap JAYCA.

“Ini adalah langkah konkret memberi anak akses pendidikan dan ruang partisipasi. JAYCA bisa menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan sosial di Jawa Timur,” ujarnya. (r6)

Pos terkait