PLN Siapkan PLTS Terapung Sutami, Target Beroperasi 2027

PLN Siapkan PLTS Terapung Sutami, Target Beroperasi 2027

Malang, (DOC) — Di tepian Sungai Brantas yang membelah jantung Jawa Timur, berdiri megah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami, yang lebih di kenal dengan nama PLTA Karangkates. Berlokasi di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pembangkit ini menjadi salah satu sumber utama energi bersih di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Mengandalkan aliran Sungai Brantas yang menjadi nadi kehidupan sekaligus sumber energi, PLTA Sutami menghasilkan listrik hingga 105 megawatt (MW) melalui tiga turbin Francis berkapasitas masing-masing 35 MW. Energi tersebut di salurkan ke sistem interkoneksi Jawa–Bali dan di kelola oleh PT PLN (Persero) Unit Pembangkitan Brantas.

PLTA Sutami bukan satu-satunya pembangkit di sepanjang aliran Brantas. Ada pula PLTA Sengguruh, Wlingi, dan Lodoyo yang turut menopang sistem energi Jawa Timur. Keempatnya menjadi pilar utama energi terbarukan, menjadikan Sungai Brantas sebagai pusat energi hijau yang menyuplai jutaan pelanggan di Jawa Timur.

Menurut Arfan, Senior Manager UP Brantas PLN Nusantara Power, PLTA Sutami memiliki peran strategis yang sangat vital. Selain sebagai penghasil energi bersih, pembangkit ini juga berfungsi sebagai unit “black start” — sistem yang di gunakan untuk memulihkan jaringan listrik ketika terjadi pemadaman total (blackout).

“Pembangkit besar seperti Paiton, Gresik, Pacitan, Rembang, hingga Indramayu sangat bergantung pada PLTA Sutami untuk proses black start. Dari bendungan Sutami, daya bisa di kirim langsung hingga ke PLTU Paiton,” jelas Arfan, Minggu (5/10).

Kinerja Meningkat dan Proyek Energi Surya Terapung

Tahun ini, PLN optimistis produksi listrik PLTA Sutami akan meningkat. Curah hujan yang stabil membuat debit air Sungai Brantas melimpah, menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan operasi pembangkit tersebut.

Tak hanya itu, PLN juga tengah menyiapkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Sutami dengan kapasitas sekitar 100 MWp. Proyek ini akan memanfaatkan 10–20 persen permukaan waduk, dan di targetkan beroperasi pada tahun 2027.

Baca Juga:  Pelaku Curwan Meninggal di RS Bhayangkara Ternyata Sudah Beraksi di 15 TKP

“PLTS Terapung Sutami akan menjadi simbol kemajuan energi hijau di Jawa Timur, sekaligus memperkuat bauran energi nasional,” kata Arfan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Ika Sudarmaja, menegaskan pentingnya menjaga keandalan sistem transmisi listrik di wilayah Malang dan sekitarnya.

Menurutnya, tantangan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial. Gangguan dari layangan dan balon udara kerap menjadi ancaman bagi jaringan transmisi tegangan tinggi.

“Sosialisasi kepada masyarakat harus terus di lakukan. PLTA Sutami tetap menjadi andalan black start untuk memastikan pasokan listrik pulih cepat hingga ke Paiton,” ujar Ika.

Pos terkait