Lumajang,(DOC) – Ratusan rumah warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Banter, Jumat (31/10/2025). Sebanyak 895 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 80 sentimeter.
Genangan air meluas ke jalan desa dan halaman rumah. Warga tetap beraktivitas seadanya di tengah air yang belum surut.
Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama TNI dan sejumlah instansi terkait langsung turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan berupa air bersih, air mineral, dan nasi bungkus siap saji kepada warga terdampak.
Seorang warga, Nita, menuturkan bahwa banjir kali ini bukan yang pertama. Dalam sepekan terakhir, Desa Sidorejo sudah tiga kali dilanda banjir akibat luapan sungai.
“Banjir di sini sudah seminggu tiga kali, dan ini yang paling besar. Dulu ketinggiannya sampai dada orang dewasa dan kami sempat mengungsi di balai desa. Sekarang sekitar lutut orang dewasa,” ujar Nita.
Ia berharap pemerintah segera menemukan solusi permanen agar warga tidak terus menjadi korban setiap musim hujan.
Bupati Lumajang Tinjau dan Koordinasikan Penanganan
Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.AP, meninjau langsung lokasi banjir. Mereka memastikan proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan cepat.
Menurut Bupati Indah, banjir terjadi karena aliran Sungai Banter dangkal dan penuh tanaman eceng gondok yang menghambat arus air.
“PU SDA Provinsi Jawa Timur sudah melakukan normalisasi sepanjang 3,4 kilometer. Namun masih tersisa sekitar 3 kilometer yang belum, dan sudah kami usulkan agar segera dinormalisasi,” jelas Bunda Indah.
Bupati Indah menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihaknya. Beberapa alat berat telah tiba di lokasi untuk membersihkan kayu, sampah, dan eceng gondok yang menyumbat aliran air.
“Hari ini alat berat sudah datang untuk membersihkan sungai dari kayu dan sampah yang menghambat aliran air. Ini langkah jangka pendek sambil menunggu normalisasi lanjutan dari provinsi,” kata Bunda Indah.
Ia juga mengingatkan warga agar tetap waspada, karena Lumajang termasuk daerah rawan bencana. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus memantau kondisi lapangan dan menyiapkan langkah tanggap darurat.(r7)




