Inflasi Berpotensi Naik, BI Jatim Siapkan Langkah Antisipasi

 

Inflasi Berpotensi Naik, BI Jatim Siapkan Langkah Antisipasi

Bacaan Lainnya

Surabaya,(DOC) – Daya tahan perekonomian Jawa Timur terbukti tetap kuat di tengah dinamika global. Namun Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur menegaskan bahwa ketahanan tersebut hanya bisa di jaga melalui sinergi lintas sektor, terutama menghadapi potensi lonjakan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penegasan ini di sampaikan Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, dalam Media Briefing Triwulan IV Tahun 2025 di Surabaya. Pertemuan tersebut mengusung fokus utama: menjaga stabilitas ekonomi, mempercepat pertumbuhan, dan memastikan pemerataan pembangunan di tengah penguatan ekonomi kerakyatan.

Ibrahim menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III 2025 tercatat 5,22 persen (yoy), relatif stabil di bandingkan triwulan sebelumnya.

Dari sisi permintaan, kenaikan konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pendorong utama. Sementara dari sisi penawaran, sektor konstruksi dan pertanian mencatat akselerasi, di ikuti jasa pendidikan serta informasi dan komunikasi. Ia juga menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran di Jawa Timur berada dalam kondisi kondusif.

Meski momentum ekonomi terjaga, Ibrahim mengingatkan potensi tekanan inflasi menjelang akhir tahun. Pada Oktober 2025, inflasi Jawa Timur mencapai 2,69 persen (yoy), masih dalam target nasional 2,5 ± 1 persen.

Beberapa komoditas mulai menunjukkan kenaikan, seperti emas perhiasan, beras, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Berdasarkan pola musiman, komoditas pangan dan tarif angkutan udara memang kerap memicu kenaikan inflasi menjelang perayaan Nataru. Kondisi ini membutuhkan langkah antisipasi yang cepat dan terukur.

Penguatan Sinergi Lewat HLM TPID

Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan laju pertumbuhan, Pemprov Jawa Timur dan BI Jatim akan menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada 25 November 2025 di Surabaya.

Baca Juga:  Giliran Pedagang Sentra Wisata Kuliner di Minta Patuhi Protokol Kesehatan

Pertemuan ini akan menggabungkan tiga tim strategis sekaligus:

  • TPID
  • TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah)
  • TP2ED (Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah)

Dengan tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan, Menjaga Stabilitas Harga, dan Mempercepat Digitalisasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Berdaya Tahan”, kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah, BI, dan pelaku usaha.

“Sinergi seluruh elemen sangat penting agar ekonomi Jawa Timur terus tumbuh kuat, inklusif, dan berdaya saing,” tutup Ibrahim. (r6)

Pos terkait