Investor Pasar Modal Tembus 20 Juta, Didominasi Generasi Muda

Investor Pasar Modal Tembus 20 Juta, Didominasi Generasi Muda

Jakarta,(DOC) – Peran generasi muda dalam pasar modal Indonesia kian menguat. Data terbaru dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal nasional telah menembus 20 juta, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia muda.

Bacaan Lainnya

Hingga 19 Desember 2025, total investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 20,129 juta Single Investor Identification (SID). Angka ini melonjak signifikan di bandingkan posisi akhir 2024 yang masih berada di level 14,871 juta SID.

“KSEI mencatat bahwa per Desember 2025, total jumlah SID sudah melebihi angka 20 juta,” ujar Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, di kutip Jumat (26/12/2025).

Sepanjang 2025, jumlah investor pasar modal tumbuh sekitar 35 persen secara year to date (ytd). Pertumbuhan ini di dorong oleh masifnya digitalisasi layanan investasi, kemudahan pembukaan rekening efek, serta meningkatnya literasi keuangan di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Dari sisi demografi, investor berusia di bawah 30 tahun menjadi kelompok terbesar dengan porsi 54,23 persen. Di susul kelompok usia 31–40 tahun sebesar 24,88 persen, usia 41–50 tahun sebesar 12,31 persen, usia 51–60 tahun sebesar 5,69 persen, serta investor berusia di atas 60 tahun sebesar 2,89 persen.

Bagaimana Usia di Atas 60 Tahun?

Meski mendominasi dari sisi jumlah, kepemilikan aset terbesar di pasar modal masih di kuasai investor senior. Kelompok usia di atas 60 tahun tercatat menguasai aset pasar modal senilai Rp1.104,30 triliun, di susul investor usia 51–60 tahun sebesar Rp320,50 triliun.

Sementara itu, investor usia 31–40 tahun menguasai aset senilai Rp262,89 triliun, usia 41–50 tahun sebesar Rp212,59 triliun, dan investor berusia di bawah 30 tahun baru memiliki aset sekitar Rp60,03 triliun. Data ini menunjukkan bahwa investor muda masih berada pada fase awal membangun portofolio, dengan nilai investasi rata-rata yang relatif lebih kecil.

Baca Juga:  Efek Ramadan dan Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi hingga 0,3 Persen

Dari sisi wilayah, investor pasar modal masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan porsi 68,91 persen investor dan nilai aset mencapai Rp6.400,59 triliun atau setara 94,42 persen dari total aset nasional.

Pulau Sumatera berada di posisi kedua dengan 16,29 persen investor dan aset Rp135,57 triliun, di susul Kalimantan (4,99 persen, aset Rp183,19 triliun), serta Sulawesi (5,31 persen, aset Rp23,18 triliun).

“Sementara 3,51 persen investor berada di wilayah Bali, NTB, dan NTT dengan total aset Rp26,21 triliun, serta 0,99 persen investor di Maluku dan Papua dengan aset Rp6,67 triliun,” pungkas Samsul. (r6)

Pos terkait