Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 Perkuat Ekspor dan Serap Tenaga Kerja

Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 Perkuat Ekspor dan Serap Tenaga Kerja

Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong penguatan sektor industri dan ekspor melalui gelaran Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026. Pada puncak acara yang digelar di Grand City, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut nilai ekspor yang tercatat mencapai 2,73 juta dolar Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

“Total hari ini yang terkirim ekspor itu ada 2.730.000 dolar Amerika. Ini menunjukkan bahwa industri Surabaya tidak diam, tetapi terus bergerak,” ujar Eri saat membuka dan meresmikan puncak acara.

Puncak acara tersebut dirangkai dengan berbagai kegiatan, mulai dari seminar nasional, awarding, walk in interview, penandatanganan letter of intent (LoI) ekspor, hingga pelepasan ekspor ke sejumlah negara tujuan.

Eri menjelaskan, komoditas yang diekspor cukup beragam, meliputi produk furnitur, dekorasi, fashion, sandal, minyak, hingga berbagai produk lainnya. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 9 hingga 10 jenis produk yang berhasil menembus pasar internasional, termasuk ke negara seperti Brunei dan Jepang.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor industri di Surabaya terus berkembang, termasuk dari sisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bahkan, dalam kesempatan itu, terdapat 30 UMKM yang berhasil naik kelas.

“Alhamdulillah, saat ini juga ada UMKM yang naik kelas. Ini yang akan terus kita genjot agar pergerakan ekonomi semakin kuat,” katanya.

Eri menegaskan, peran pemerintah bukan hanya sebagai pelaku utama, melainkan sebagai pendorong dan fasilitator. Ia mengibaratkan peran Pemkot Surabaya seperti filosofi Ki Hadjar Dewantara, yakni “Tut Wuri Handayani”.

“Pemerintah tidak harus selalu di depan, tapi bagaimana mendorong dan mendukung agar perusahaan dan pelaku usaha bisa terus berkembang,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Surabaya juga akan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memberikan pelatihan ekspor kepada generasi muda. Program ini akan dilengkapi dengan pendampingan dari para eksportir yang telah berpengalaman.

Baca Juga:  Musrokot KONI Dibuka, Wali Kota Eri Harap Lahirkan Talenta Muda Berbakat

“Kami ingin anak-anak muda tidak lagi takut untuk ekspor. Nanti akan ada pendampingan, bahkan yang sudah berhasil ekspor akan menjadi mentor,” imbuhnya.

Selain itu, Eri juga menyoroti dampak positif gelaran SIL Festival terhadap penyerapan tenaga kerja. Ia menyebut, job fair yang sebelumnya digelar mampu menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja, khususnya warga ber-KTP Surabaya.

“Ini membuktikan bahwa membangun Surabaya tidak bisa dilakukan sendiri. Harus kolaborasi semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan menegaskan bahwa SIL Festival 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah kolaborasi lintas sektor.

“Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” ujar Stefanus.

Ia menyebut, festival ini dirancang sebagai platform yang mempertemukan inovasi, peluang, serta solusi nyata bagi pengembangan industri dan ketenagakerjaan di Surabaya.

Kegiatan ini sendiri didukung dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo.

Melalui kegiatan ini, Eri berharap Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota jasa, tetapi juga sebagai kota industri yang mampu menggerakkan perekonomian dan menekan angka pengangguran.

“Ke depan, ini menjadi bukti bahwa Surabaya juga kota industri yang bisa menggerakkan ekonomi,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait