Surabaya,(DOC) – Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur mulai mengenalkan exchange traded fund (ETF) sebagai alternatif investasi bagi masyarakat. Instrumen ini dinilai lebih praktis dan cocok untuk investor pemula yang ingin masuk ke pasar modal.
Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Mellisa, menjelaskan ETF memiliki konsep yang mirip dengan reksa dana. Namun, investor dapat memperdagangkannya langsung di bursa seperti saham.
“ETF pada dasarnya hampir sama dengan reksa dana, namun diperdagangkan secara ritel di pasar saham. Instrumen ini cocok untuk beginner atau investor pemula,” ujar Cita saat workshop media di Surabaya, Kamis (7/5/2026).
Cita menilai ETF mampu memberikan risiko investasi yang lebih terukur karena produk ini berisi kumpulan aset dalam satu instrumen. Investor juga bisa melihat komposisi aset secara lebih transparan karena ETF mengikuti indeks tertentu.
Menurutnya, investor dapat memanfaatkan ETF untuk kebutuhan investasi jangka panjang, termasuk persiapan dana pensiun.
“Biasanya ETF cocok untuk investasi jangka panjang, misalnya sebagai persiapan dana pensiun,” katanya.
ETF juga memberi kesempatan kepada investor untuk memiliki eksposur pada beberapa aset sekaligus. Dengan cara itu, investor tidak hanya bergantung pada kinerja satu emiten seperti pada investasi saham individual.
Edukasi ETF Masih Rendah
Meski menawarkan sejumlah keunggulan, minat masyarakat terhadap ETF masih belum tinggi. Rendahnya literasi pasar modal membuat banyak investor domestik belum memahami instrumen tersebut.
Branch Manager Indo Premier Sekuritas, Marco Rijkaard Pereira, mengatakan ETF sebenarnya sudah hadir di Indonesia sejak 2007. Sementara secara global, investor mulai mengenal produk ini sejak 1976.
“ETF dan reksa dana pada dasarnya hampir sama. Perbedaannya ada pada mekanisme transaksi. ETF diperdagangkan seperti saham di bursa, sedangkan reksa dana dibeli melalui manajer investasi,” jelas Marco.
Marco menambahkan, investor dapat memantau portofolio ETF secara terbuka sehingga instrumen ini lebih transparan. Selain itu, ETF juga lebih praktis karena investor tidak perlu memantau pergerakan pasar setiap waktu.
Investor Masih Pilih ETF Pasif
Secara umum, ETF terdiri atas dua jenis, yaitu ETF aktif dan ETF pasif. Manajer investasi mengelola ETF aktif dengan menyesuaikan kondisi pasar, sedangkan ETF pasif mengikuti indeks tertentu.
Menurut Marco, mayoritas investor di Indonesia masih memilih ETF pasif karena lebih sederhana dan cenderung stabil.
“Kebanyakan investor di Indonesia masih memilih ETF pasif karena di anggap lebih stabil dan sederhana,” ujarnya.
BEI Jawa Timur terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi pasar modal untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai ETF. Langkah tersebut menyasar generasi muda dan investor pemula yang mulai tertarik berinvestasi.(ode/r7)





