Tren Last Minute Travel Dongkrak Okupansi Hotel di Jatim

Tren Last Minute Travel Dongkrak Okupansi Hotel di Jatim

Surabaaya,(DOC) – Tingkat hunian kamar hotel di Jawa Timur mulai menunjukkan tren positif selama perayaan Natal 2025. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Timur mencatat rata-rata okupansi hotel di berbagai daerah telah berada di kisaran 70 persen.

Bacaan Lainnya

Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono, mengatakan peningkatan hunian terjadi hampir merata, terutama di daerah yang memiliki destinasi wisata alam unggulan. Sejumlah wilayah bahkan mencatat okupansi di atas rata-rata provinsi.

“Untuk Kota Batu, okupansinya sudah sekitar 75 persen. Malang dan Banyuwangi masing-masing berada di kisaran 70 persen,” ujar Dwi, Sabtu (27/12).

Tak hanya kawasan wisata, hotel-hotel di wilayah perkotaan juga mulai merasakan dampak meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di Surabaya, tingkat hunian kamar telah menembus 65 persen, sementara Kediri berada di kisaran 60 persen.

Menurut Dwi, angka tersebut mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat, baik untuk berwisata, berlibur bersama keluarga, maupun bersilaturahmi. Selain itu, tren perjalanan dadakan atau last minute turut berkontribusi terhadap kenaikan okupansi.

“Kami melihat potensi kenaikan masih cukup besar, karena banyak masyarakat yang baru memutuskan bepergian mendekati hari libur,” jelasnya.

Meski tren hunian menunjukkan peningkatan, pelaku usaha perhotelan tetap di hadapkan pada sejumlah tantangan, salah satunya potensi cuaca ekstrem yang di perkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2025. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PHRI Jatim terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan.

“Kami berupaya memastikan operasional hotel tetap aman dan nyaman. Target kami, okupansi hotel selama libur Nataru tahun ini bisa menembus hingga 90 persen,” kata Dwi.

Menjelang malam pergantian tahun, PHRI Jatim juga aktif melakukan sosialisasi kepada pengelola hotel dan restoran terkait aturan yang berlaku di masing-masing daerah. Koordinasi dengan aparat keamanan di lakukan guna memastikan perayaan tahun baru berjalan tertib dan kondusif.

Baca Juga:  Pemuda Surabaya Didorong Bersatu untuk Majukan Kota Pahlawan

“Kami komunikasikan hal-hal teknis, seperti pembatasan penggunaan kembang api dan aturan lainnya, agar seluruh kegiatan berjalan aman dan sesuai ketentuan,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait