Dongkrak Ekonomi 8 Persen, Kadin Jatim Siapkan 7 Fokus Strategis Usai Dilantik di Grahadi

Dongkrak Ekonomi 8 Persen, Kadin Jatim Siapkan 7 Fokus Strategis Usai Dilantik di GrahadiSurabaya,(DOC) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur kini resmi memulai babak baru. Di bawah komando Adik Dwi Putranto, kepengurusan masa bakti 2025–2030 tersebut mengemban amanah usai menjalani prosesi pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Minggu (1/2/2026). Momentum ini sekaligus mengukuhkan 400 pengurus dari 32 bidang usaha yang membawa misi besar, yakni memacu pertumbuhan ekonomi hingga mencapai angka 8 persen.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dunia usaha dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, pihaknya telah memetakan tujuh fokus strategis sebagai kompas organisasi selama lima tahun ke depan.

Bacaan Lainnya

“Kami berkomitmen mendorong ekonomi Jawa Timur tumbuh 8 persen. Maka dari itu, langkah-langkah taktis telah kami siapkan agar target tersebut dapat tercapai secara maksimal,” ungkap Adik dalam sambutannya.

Demi mewujudkan target ambisius tersebut, Adik memerinci tujuh langkah taktis yang akan menjadi prioritas utama Kadin Jatim:

  1. Memperkuat Investasi: Menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kepastian hukum serta penyediaan SDM kompeten.
  2. Perluas Ekspansi Perdagangan: Menggelar misi dagang ke 9 provinsi dan 4 negara tujuan ekspor sepanjang tahun ini.
  3. Akselerasi SDM Vokasi: Mengoptimalkan Tim Koordinasi Vokasi Daerah, mengingat kualitas SDM menyumbang 60–70% pertumbuhan ekonomi.
  4. Masifkan Digitalisasi BUMKM: Mengajak pelaku usaha naik kelas dengan memanfaatkan adopsi teknologi terkini.
  5. Dorong Industri Hijau (Green Jobs): Menyusun standar kompetensi green soft skills agar bisa diadopsi menjadi standar nasional.
  6. Pembangunan Infrastruktur: Memperkokoh fondasi fisik guna menopang kelancaran seluruh aktivitas bisnis.
  7. Pemberdayaan BUMKM: Menempatkan sektor ini sebagai tulang punggung utama ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Sinergi dalam Semangat ‘Indonesia Incorporated’

Selaras dengan visi tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, turut menekankan pentingnya konsep Indonesia Incorporated. Ia menilai bahwa Jawa Timur telah menjadi prototipe ideal bagi kolaborasi ekonomi nasional yang sehat.

Baca Juga:  Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Batch I

“Semangatnya adalah maju bersama. Artinya, perusahaan besar semakin kuat, pelaku menengah naik kelas, dan UMKM terus berkembang. Terlebih lagi di Jatim, industrialisasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah,” tegas Anindya.

Selain itu, ia menyoroti bahwa sektor pengolahan saat ini menyumbang 30% PDRB Jatim. Dengan demikian, dominasi UMKM yang mencapai 99% dari total unit usaha menjadikan Jawa Timur memiliki modal kuat sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengingatkan pentingnya sinergi kuat di tengah ketidakpastian geopolitik global. Ia berpendapat bahwa pemerintah sudah seharusnya memposisikan diri sebagai fasilitator yang suportif.

“Pemerintah bertugas memastikan ekosistem usaha berjalan tertib. Singkatnya, peran pemerintah jangan sampai merepotkan pengusaha agar ekonomi bisa tumbuh maksimal,” ujar Emil.

Sebagai penutup, Emil mengapresiasi kontribusi nyata Kadin Jatim yang sukses membukukan transaksi ratusan miliar rupiah melalui berbagai misi dagang. Mengingat posisinya sebagai penyumbang hampir seperenam ekonomi nasional, Jawa Timur pun tetap memegang peran krusial sebagai gerbang logistik utama menuju Indonesia Timur. (ode/r7)

Pos terkait