Surabaya,(DOC) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, permintaan parcel atau bingkisan Lebaran di Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah toko parcel kini disibukkan dengan pesanan yang terus berdatangan dari berbagai daerah.
Salah satu pemilik toko parcel di Surabaya, Nurul, mengatakan bahwa menjelang Lebaran tahun ini pesanan parcel meningkat tajam dibanding hari-hari biasa. Dalam kondisi ramai, pihaknya bisa menerima pesanan hingga ratusan bingkisan setiap hari.
“Kalau ramai bisa sampai 200 parcel. Bahkan kemarin sempat ada pesanan hingga 300 bingkisan,” ujarnya, Jumat (13/3).
Menurut Nurul, permintaan parcel tidak hanya datang dari wilayah Surabaya dan Pulau Jawa. Toko miliknya juga melayani pengiriman dalam jumlah besar ke luar pulau.
Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu pihaknya mengirim ratusan parcel ke wilayah Papua. Pesanan tersebut bahkan dilakukan jauh sebelum bulan Ramadan.
“Kami juga ada kiriman ke Pulau Papua, jumlahnya sekitar 350 bingkisan. Itu dikirim jauh-jauh hari sebelum puasa,” jelasnya.
Di tokonya, berbagai jenis parcel tersedia dengan harga yang bervariasi. Untuk satu bingkisan, harga yang ditawarkan mulai dari Rp100 ribu hingga Rp4 juta, tergantung isi dan jenis kemasan.
Dari berbagai pilihan yang ada, parcel berisi makanan atau parcel food menjadi produk yang paling banyak diminati pembeli. Selain itu, toko tersebut juga menyediakan parcel keramik serta parcel elektronik yang biasanya dipesan untuk relasi bisnis atau hadiah khusus.
Nurul menambahkan, persiapan pembuatan parcel sebenarnya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tingginya permintaan karena sejumlah perayaan besar berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
“Karena jadwalnya berdekatan antara Natal, Tahun Baru, Imlek, dan Lebaran, jadi kami sudah mulai menyiapkan parcel sejak Oktober,” tandasnya.
Meningkatnya permintaan parcel ini menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha di sektor tersebut. Tradisi saling berbagi bingkisan menjelang Hari Raya masih menjadi kebiasaan yang terus dijaga masyarakat, baik untuk keluarga, kerabat, maupun relasi kerja. (r6)





