Swafoto di Zona Terlarang, Pemuda Asal Cianjur Hilang Tersapu Ombak Papuma

Swafoto di Zona Terlarang, Pemuda Asal Cianjur Hilang Tersapu Ombak PapumaJember,(DOC) – Seorang pemuda asal Cianjur, Jawa Barat, hilang setelah ombak besar menyeretnya saat berkunjung ke Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 06.47 WIB. Korban bernama Muhammad Sheva Yusuf (22), warga Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban bersama dua rekannya bermain air di kawasan pantai. Ketiganya kemudian berjalan menuju bibir pantai di bawah tebing Siti Hinggil yang termasuk zona terlarang.

“Korban bersama temannya melakukan swafoto di area tersebut. Tiba-tiba ombak besar datang dan menyapu mereka. Dua rekannya berhasil menyelamatkan diri, sementara korban terseret dan hilang,” ujar Edy.

Saat kejadian, korban mengenakan baju hitam dan celana pendek abu-abu. Edy menduga korban terpeleset sebelum arus laut yang kuat menyeretnya.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian selama lima hari dengan membagi area menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 menyisir laut menggunakan perahu karet Basarnas. SRU 2 menyisir daratan sepanjang pesisir Pantai Papuma. Sementara itu, SRU 3 memantau area dari udara menggunakan drone milik Senkom.

Namun hingga hari kelima, tim belum menemukan korban. Setelah berkoordinasi, Basarnas bersama tim SAR memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian.

“Kami menghentikan operasi pencarian dan akan melanjutkan pemantauan selama dua hari ke depan,” katanya.

BPBD Jember mengimbau wisatawan untuk mematuhi rambu keselamatan dan tidak memasuki area terlarang, terutama di kawasan pantai dengan gelombang tinggi.

Peristiwa ini menjadi pengingat agar pengunjung lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat berwisata di pantai. (rd)

Baca Juga:  BPBD Surabaya Siaga Hadapi Dampak Cuaca Ekstrem

Pos terkait