Surabaya,(DOC) – Rencana percepatan infrastruktur di Kota Surabaya tahun 2026 mendapat kepastian pendanaan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) pada Jumat (24/4/2026) untuk kucuran dana pinjaman senilai kurang lebih Rp800 miliar.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiar Rifa’i, menjelaskan bahwa dana pinjaman dengan bunga sekitar 5,7 persen ini akan dialokasikan khusus untuk dua proyek infrastruktur utama yang mendesak, yakni:
- Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB): Alokasi sebesar Rp300 miliar.
- Pelebaran Jalan Wiyung: Alokasi sebesar Rp500 miliar.
Langkah ini diambil guna memastikan proyek yang telah direncanakan tidak terkendala masalah anggaran dan dapat tuntas sesuai target tahun 2026.
Penandatanganan MoU yang disaksikan langsung oleh pimpinan DPRD Surabaya ini menjadi sinyal hijau bagi Pemkot untuk segera beralih ke tahap pengerjaan fisik. Bahtiar menegaskan bahwa realisasi pembiayaan harus dibarengi dengan kecepatan eksekusi di lapangan.
“Kalau pembiayaannya sudah mulai terealisasi, maka pelaksanaannya juga harus segera bergerak. Kuncinya ada di percepatan realisasi agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas kota,” tegas Bahtiar.
DPRD Surabaya menyatakan akan terus mengawal proses ini dalam fungsi pengawasan guna memastikan penggunaan dana tepat sasaran dan pengerjaan proyek berjalan akuntabel. (r6)





