Lumajang,(DOC) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat mengintensifkan pemeriksaan mulai dari lapak penjualan, pasar hewan, hingga lokasi pemotongan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, Endra Novianto, mengatakan pihaknya rutin melakukan pemeriksaan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
“Kami memeriksa hewan yang dijual di lapak maupun yang akan di kirim ke luar daerah. Untuk pengiriman wajib di lengkapi Surat Keterangan Sehat Hewan (SKKH), sehingga harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Pastikan Hewan Sehat dan Layak Konsumsi
Endra menegaskan, petugas memeriksa kondisi ternak guna memastikan bebas penyakit sebelum dipotong atau didistribusikan ke masyarakat. DKPP juga mengatur perizinan pemotongan hewan kurban di luar Rumah Potong Hewan (RPH) selama momentum Idul Adha.
Menurutnya, aturan tersebut tetap mengedepankan pengawasan agar proses penyembelihan berjalan aman dan sesuai standar.
“Untuk momen Idul Adha memang di perbolehkan pemotongan di luar RPH. Karena itu, kami menerbitkan izin sementara agar tetap bisa di awasi,” jelasnya.
Pemeriksaan Sebelum dan Sesudah Pemotongan
DKPP Lumajang juga melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Petugas memeriksa kesehatan hewan sebelum di sembelih, lalu mengecek kualitas daging dan organ setelah pemotongan.
“Setelah pemotongan, kami pastikan daging dan jeroan aman serta layak di konsumsi,” katanya.
Selain itu, DKPP menyiapkan sosialisasi bagi panitia kurban terkait tata cara penyembelihan yang sesuai standar kesejahteraan hewan dan higienitas.
Materi sosialisasi mencakup perlakuan terhadap hewan sebelum di sembelih, pemisahan area bersih dan kotor, hingga pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan.
Stok Hewan Kurban Aman
DKPP juga terus memantau kesehatan hewan di pasar ternak guna mengantisipasi penyakit menular. Monitoring ini dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.
“Monitoring di pasar hewan terus kami lakukan untuk melihat perkembangan penyakit di lapangan,” imbuh Endra.
Terkait ketersediaan, ia memastikan stok hewan kurban di Lumajang mencukupi kebutuhan masyarakat selama Idul Adha 2026.
Ia menyebut tren masyarakat mulai beralih ke kambing dan domba, seiring meningkatnya populasi ternak tersebut di kalangan peternak lokal.
“Masyarakat sekarang banyak memilih kambing dan domba. Kemungkinan setelah kasus PMK, peternak juga lebih banyak memelihara jenis itu,” pungkasnya. (r7)





