
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya merelokasi puluhan pelaku usaha bengkel dari Jalan Nias ke lokasi baru di Jalan Menur Nomor 111. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penataan kawasan untuk mengembalikan fungsi jalan sekaligus menyediakan tempat usaha yang lebih layak dan aman.
Kebijakan ini bermula dari tinjauan langsung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada akhir Juni 2026 setelah menerima keluhan warga terkait kemacetan akibat aktivitas bengkel di bahu jalan. Eri menegaskan bahwa penataan ini bukan penggusuran, melainkan pemindahan tanpa memungut biaya sepeser pun demi keselamatan pengguna jalan dan para pekerja.
Koordinator Bengkel Jalan Nias, Jekti Purwantoro atau Cak Lewan, mengaku bersyukur atas fasilitas gratis ini. Pria yang sudah membuka bengkel sejak 1985 itu menilai tempat baru di Jalan Menur jauh lebih aman dibanding bahu Jalan Nias yang rawan kecelakaan lalu lintas.
“Dulu kami bekerja di pinggir jalan dan selalu waspada karena kendaraan melintas sangat dekat. Sekarang kami punya tempat khusus yang aman dan nyaman tanpa mengganggu lalu lintas,” ujar Cak Lewan, Senin (6/7/2026).
Saat ini, sekitar 20 pekerja bengkel telah menempati lokasi baru dan tetap melayani pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil. Meski pindah, Cak Lewan optimis pelanggan setianya yang berasal dari Madura, Kediri, hingga Malang akan tetap datang. Terlebih, pemkot berjanji akan terus melengkapi fasilitas pendukung seperti penambahan atap.
Relokasi ini juga disambut hangat oleh warga dan tokoh masyarakat di kawasan Jalan Menur. Ketua LPMK Kelurahan Manyar Sabrangan, Basuki Nugroho, menilai pemindahan ini sebagai bentuk nyata implementasi “Kampung Pancasila” yang mengedepankan gotong royong dan kolaborasi ekonomi antargenerasi warga Surabaya.
“Kami mendukung penuh. Semangatnya adalah saling menerima. Kami berharap keberadaan bengkel di lokasi baru ini juga bisa membuka peluang kerja bagi warga sekitar yang memiliki keahlian di bidang perbengkelan,” kata Basuki.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua RT 06 RW 01 Manyar Sabrangan, Sunardi, dan perwakilan warga, Nanang. Mereka mengimbau para pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan agar bisa hidup berdampingan dengan baik dan menggerakkan roda perekonomian kota.





