BRIN Ungkap Biota Laut Teluk Lamong Masih Subur dan Terjaga

BRIN Ungkap Biota Laut Teluk Lamong Masih Subur dan Terjaga
Penelitian BRIN di Perairan Teluk Lamong. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Kawasan industri pelabuhan kerap diidentikkan dengan kerusakan lingkungan. Namun, stigma tersebut berhasil ditepis lewat riset terbaru hasil kolaborasi antara PT Terminal Teluk Lamong (TTL) dan Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berdasarkan observasi awal tim peneliti, ekosistem bawah laut di perairan Teluk Lamong secara mengejutkan berada dalam kondisi yang sehat dan mampu menyokong rantai kehidupan biota laut dengan sangat baik.

Bacaan Lainnya

“Keberadaan beragam plankton, makrobenthos (organisme dasar laut), hingga nekton (hewan air yang dapat berenang sendiri) mengindikasikan ekosistem perairan di sini masih sangat mampu mendukung kehidupan berbagai organisme,” ungkap Peneliti Ahli Muda BRIN, Dr. Hanung Agus Mulyadi, Sabtu (18/7/2026).

Riset lapangan ini bukan sekadar pemantauan biasa, melainkan pengumpulan data ilmiah ketat yang melibatkan tujuh peneliti andalan BRIN selama lima hari penuh (29 Juni – 3 Juli 2026).

Langkah taktis ini diambil untuk memastikan operasional pelabuhan berjalan beriringan dengan kelestarian alam (green port). Seluruh sampel hayati yang telah dikumpulkan kini tengah memasuki fase analisis laboratorium yang lebih mendalam.

Tak ingin hasil riset ini hanya berakhir di laci meja kerja, PT Terminal Teluk Lamong dan BRIN sepakat menuangkan seluruh temuan penting ini ke dalam sebuah buku bertajuk Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menegaskan bahwa kebijakan lingkungan pelabuhan tidak boleh berdasarkan tebakan, melainkan harus berbasis sains yang valid.

Hasil riset menjadi panduan mutlak pengelolaan lingkungan pelabuhan di masa depan. Buku yang diterbitkan akan menjadi referensi terbuka bagi akademisi, masyarakat, dan pemangku kebijakan untuk menjaga pesisir Surabaya.

“Hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi internal pelabuhan, tetapi menjadi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan masa depan konservasi laut Indonesia,” pungkas Syaiful.

Pos terkait