
Surabaya, (DOC) – Menjelang diterapkannya bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2027, Pemkot Surabaya langsung mencuri start. Lewat kolaborasi taktis antara Kecamatan Pakal dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pemkot resmi meluncurkan Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH) di Kecamatan Pakal, Sabtu (18/7/2026).
Langkah ini menjadi solusi konkret bagi para orang tua yang cemas, mengingat belum semua SD memiliki pelajaran bahasa Inggris dan biaya kursus privat di luar sana relatif mahal. Melalui RICH, anak-anak Surabaya kini bisa belajar bahasa Inggris secara interaktif dan 100 persen tanpa dipungut biaya.
“Program ini luar biasa. Saat masih tahap uji coba saja sudah ada sekitar 600 anak yang berminat. Ini membuktikan bahwa kehadiran RICH adalah solusi tepat agar anak-anak tetap memperoleh pembelajaran berkualitas tanpa terbebani biaya,” ujar Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani.
Antusiasme warga pinggiran Surabaya ini sempat di luar kendali pihak kecamatan. Pada masa uji coba (trial class) di empat kelurahan, kuota 150 anak per kelurahan langsung ludes terisi.
Untuk menyiasati lonjakan minat tersebut tanpa membebani APBD, RICH menerapkan strategi cerdas dengan menerjunkan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Unesa sebagai tenaga pengajar melalui skema magang.
Tahap awal berhasil menjaring 600 anak hingga pendaftaran terpaksa dibatasi sementara untuk evaluasi. Kelas reguler dipastikan akan dibuka penuh mulai Agustus 2026, dengan jumlah pengajar mahasiswa yang dilipatgandakan demi menampung lebih banyak siswa.
Keberhasilan program ini langsung dipamerkan pada acara peresmian. Anak-anak inklusi bersama peserta kelas RICH tampil berani membawakan drama dan operet menggunakan bahasa Inggris penuh di hadapan publik.
Bunda Rini menekankan bahwa target utama RICH bukan sekadar menghafal rumus tata bahasa (grammar) yang rumit, melainkan membangun kepercayaan diri anak untuk berani berbicara. Ia juga meminta para orang tua ikut menyukseskan program ini dengan membiasakan kosakata sederhana di rumah.
“Yang paling saya lihat hari ini adalah kepercayaan diri anak-anak. Mereka berani tampil dan berbicara bahasa Inggris. Keberanian seperti ini yang harus terus kita tumbuhkan,” tambah Rini.
Ke depan, Pemkot Surabaya tidak ingin RICH hanya berhenti di Kecamatan Pakal. Konsep membawa ruang belajar ke dekat lingkungan tempat tinggal ini akan diadopsi secara masif oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Surabaya.
Melalui gerakan “Wani Ngomong Bahasa Inggris”, pemkot berencana menyulap Balai RW hingga rumah susun (rusun) di seluruh penjuru Surabaya menjadi pos-pos kursus bahasa Inggris gratis demi mencetak generasi emas yang siap bersaing di kancah global.





