
Ngawi, (DOC) – Langkah unik diambil PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur dalam memperluas ekosistem kendaraan listrik. Tak hanya menyisir jalur bebas hambatan, PLN kini memboyong Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke dalam lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan.
Inisiatif yang digelar dalam rangka menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini melambangkan babak baru transisi energi ramah lingkungan yang mulai merambah pusat-pusat pendidikan keagamaan.
Selain hadir di Ponpes Temboro untuk sarana edukasi energi bersih bagi ribuan santri, PLN juga memperkuat jalur vital Tol Solo–Ngawi. Sebanyak lima unit Ultra Fast Charging berkapasitas 180 kilowatt (kW) resmi beroperasi di Rest Area 575A dan 575B guna melayani pengguna jalan tol antarprovinsi (Jawa Tengah–Jawa Timur).
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa perluasan infrastruktur ini adalah kunci utama meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih dari bahan bakar fosil.
“Setiap kendaraan listrik yang digunakan adalah langkah kecil berdampak besar bagi lingkungan. Semakin lengkap infrastruktur yang dibangun, semakin mantap masyarakat beralih menuju Net Zero Emissions (NZE),” ujar Eric, Senin (3/8/2026).
Kehadiran SPKLU di balik tembok pesantren pun mendapat sambutan hangat dari Pengasuh Ponpes Al-Fatah Temboro, K.H. Anwar Mughist. Menurutnya, kolaborasi ini membawa misi edukasi yang sangat berharga bagi para santri.
“Fasilitas ini bukan cuma soal kemudahan pengisian daya, tapi jadi media edukasi nyata bagi para santri dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga bumi melalui energi bersih,” tutur K.H. Anwar.
Melalui ekspansi yang memadukan infrastruktur transportasi publik dan lembaga pendidikan ini, PLN optimistis percepatan target Net Zero Emissions 2060 dapat tercapai lebih inklusif hingga ke pelosok daerah.





