
Surabaya, (DOC) – Peringatan keras disampaikan legislator PDI Perjuangan, Baktiono, di tengah proses perpanjangan seleksi calon Direksi untuk lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Surabaya.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya itu menuntut tim seleksi (timsel) bebas dari manuver dan mendesak agar calon pimpinan BUMD benar-benar bersih dari transaksi atau deal-deal politik.
“Usulan calon dari partai politik boleh, tapi harus berkompetensi. Jangan karena ada deal-deal atau tekanan politik, terus memutuskan sesuatu yang tidak kompeten,” tegas Baktiono, Selasa (29/9/2026).
Pernyataan menohok ini dilontarkan menyusul langkah Pemkot Surabaya memperpanjang masa pendaftaran seleksi calon anggota Direksi pada lima BUMD mulai 26 September hingga 5 Oktober 2026. Kelima BUMD tersebut meliputi Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS), PT Pasar Surya Perseroda, PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, PT YEKAPE Surabaya Perseroda, serta PT BPR Surya Artha Utama Perseroda.
Baktiono menyoroti perlunya kualifikasi spesifik sesuai karakter masing-masing BUMD. Untuk Perumda KBS misalnya, calon direksi tidak sekadar jago berbisnis, tetapi wajib memahami konservasi flora-fauna dan perlindungan satwa, di samping mengelola fungsi edukasi serta rekreasi warga.
“Kalau konservasi tercapai dan hewannya sejahtera, KBS pasti dibanjiri pengunjung. Begitu pula untuk PD Pasar Surya, pasarnya sudah ada puluhan tahun bahkan sebelum kita lahir. Tinggal bagaimana direksi yang kompeten memodernisasi dan mengembangkannya, seperti Pasar Pabean,” jelasnya.
Oleh karena itu, Baktiono mengingatkan agar Timsel BUMD diisi oleh figur-figur independen yang teruji dan tidak sembarangan, sebab pertaruhan masa depan perusahaan daerah ada di tangan mereka.
Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, menjelaskan bahwa perpanjangan masa pendaftaran ini murni bertujuan menjaring lebih banyak talenta profesional.
“Perpanjangan pendaftaran dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para profesional yang memiliki kompetensi serta pengalaman yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing BUMD,” tutur Vykka.





