Penemuan Bayi Laki-Laki di Tambaksari, Sempat Alami Hipotermia dan Sesak Napas

Polisi Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Semboro, Pelaku Remaja
Ilustrasi bayi baru dilahirkan. (Foto: Ist)


Surabaya, (DOC)
– Warga Jalan Ploso Timur, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Surabaya dihebohkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di balkon lantai dua rumah warga pada Rabu (21/10/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan Command Center Kota Surabaya, penemuan bayi tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga setempat berinisial NDW (25) pada pukul 03.08 WIB.

Bacaan Lainnya

Pelapor menemukan bayi tersebut sekitar pukul 02.45 WIB dalam keadaan menangis tanpa pakaian, hanya dibalut sarung dan kain di atas balkon lantai dua.

Petugas dari Posko Terpadu Kedung Cowek dan Posko Pusat BPBD Kota Surabaya bersama jajaran Polsek Tambaksari dan Praja Tambaksari langsung menuju lokasi kejadian usai menerima laporan.

Saat dilakukan pemeriksaan awal oleh Tim Gerak Cepat (TGC) Kedung Cowek di lokasi, kondisi fisik bayi sempat dinyatakan sehat.

Kepolisian dari Polsek Tambaksari langsung meminta keterangan dari pihak penemu serta memeriksa lokasi awal kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Dirawat Intensif di RSUD Dr. Soetomo

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, bayi laki-laki tersebut dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo menggunakan ambulans TGC Kedung Cowek dengan pendampingan petugas Srikandi Posko Pusat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa saat tiba dan menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Soetomo, kondisi kesehatan bayi sempat mengalami penurunan.

“Saat ini bayi menggunakan alat bantu napas karena ada sedikit gagal napas serta hipotermia berdasarkan informasi penanganan di IGD. Sehingga saat ini masih diproses penanganan medis dahulu,” ujar Antiek.

Mekanisme Penanganan dan Adopsi

Antiek menambahkan, Dinas Sosial Kota Surabaya terus memantau perkembangan kesehatan bayi tersebut. Setelah dinyatakan stabil dan pulih total, pihak Dinsos Kota Surabaya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

“Nanti kalau sudah sehat, kami akan berkomunikasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk menyerahkan bayinya ke panti asuhan di bawah koordinasi Pemprov Jatim,” jelasnya.

Baca Juga:  Kelurahan Tangguh Bencana Surabaya, Wujudkan Masyarakat Sadar Kebencanaan

Terkait proses adopsi, Antiek menegaskan bahwa kewenangannya berada di ranah Pemerintah Provinsi Jawa Timur sesuai prosedur penanganan anak terlantar yang berlaku.

Pos terkait