Bukan Cuma Berburu Juara, 500 RW di Surabaya Bakal Diuji Dampak Nyatanya di Lapangan

Pemkot Surabaya Siap Gelar Lomba Kampung Pancasila 2026, Setiap RW Wajib Libatkan Seluruh RT
Ilustrasi Kampung Pancasila yang menjadi percontohan. (Foto: Dinkominfo Surabaya)

Surabaya, (DOC) – Ajang Lomba Kampung Pancasila 2026 yang digelar Pemkot Surabaya memasuki babak krusial. Setelah menyisihkan ribuan peserta, sebanyak 500 Rukun Warga (RW) kini bersiap menghadapi verifikasi lapangan tahap kedua pada 8–19 November 2026 mendatang untuk berebut posisi 200 RW terbaik.

Ketua Satgas Kampung Pancasila Tingkat Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menegaskan bahwa penilaian tahap kedua tidak lagi berfokus pada kelengkapan berkas atau foto di aplikasi Sayang Warga.

Bacaan Lainnya

Tim juri gabungan yang terdiri dari para pakar empat pilar, yaitu lingkungan, ekonomi, kemasyarakatan, serta sosial dan budaya akan turun langsung membuktikan dampak nyata program di tengah masyarakat.

“Keberhasilan sejati tidak diukur dari gelar juara atau masuk 200 besar. Kampung Pancasila adalah instrumen permanen untuk membangun masyarakat yang peduli, produktif, dan bergotong royong,” ujar Irvan saat memberikan sosialisasi daring kepada 500 pengurus RW peserta, Rabu (28/10/2026).

Irvan membeberkan empat poin utama yang menjadi tolok ukur juri di lapangan nanti:

Eksekusi Nyata: Memastikan kegiatan benar-benar berjalan di pemukiman, bukan sekadar rencana manis di atas kertas.

Partisipasi Kesadaran Warga: Keterlibatan aktif masyarakat yang tumbuh dari kesadaran sendiri, bukan sekadar imbauan pengurus RW.

Manfaat Terukur: Dampak positif program yang bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Keberlanjutan Sistem: Kemampuan warga membangun sistem mandiri agar kegiatan terus berputar dalam jangka panjang.

Perjalanan menuju 500 besar ini sendiri terbilang ketat.

Dari total 1.360 RW di 153 kelurahan yang berpartisipasi, sebanyak 1.002 RW sempat meraih skor di atas 153 melalui Aplikasi Sayang Warga, hingga akhirnya mengerucut menjadi 500 RW setelah melalui validasi dokumen dan kondisi faktual.

Kegiatan sosialisasi tahap lanjut ini juga diperkuat dengan pemaparan materi lingkungan hidup secara daring dari Deputi Bidang PSLB3 KLH/BPLH, Vinda Damayanti Ansjar, serta Direktur Penanganan Sampah KLH/BPLH, Melda Mardalina, untuk memperkaya wawasan para pengurus RW dalam mengelola lingkungannya.

Pos terkait