Normalisasi Saluran, 35 Bangunan PKL Legendaris Sejak 1967 di Embong Blimbing Ditertibkan

Normalisasi Saluran, 35 Bangunan PKL Legendaris Sejak 1967 di Embong Blimbing Ditertibkan
Penertiban PKL Blimbing. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya menertibkan 35 bangunan pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas saluran air Jalan Embong Blimbing, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kamis (29/10/2026) pagi.

Langkah tegas ini diambil untuk mendukung proyek penanganan banjir berupa normalisasi saluran dan pemasangan U-ditch yang dijadwalkan mulai 1 November 2026.

Bacaan Lainnya

Camat Genteng, Jefry, menjelaskan bahwa puluhan bangunan liar tanpa izin tersebut menempati lahan bersertifikat Hak Pakai atas nama Pemkot Surabaya.

Area yang semestinya berfungsi sebagai saluran air itu dilaporkan telah mengalami penyempitan dan pengurukan selama puluhan tahun.

“Lahan ini sebenarnya saluran air, namun sejak 1967 telah terjadi pengurukan hingga salurannya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Karena U-ditch harus segera dipasang, maka seluruh bangunan di atasnya wajib dibongkar demi membuka akses pekerjaan,” tegas Jefry, Kamis (29/10/2026) sore.

Meski demikian, Pemkot Surabaya memastikan penertiban tidak mematikan mata pencaharian para pedagang. Jefry menekankan, pemerintah hadir membawa solusi agar roda perekonomian warga tetap berputar, baik melalui opsi mencari tempat usaha mandiri tanpa melanggar aturan maupun relokasi ke Sentra Wisata Kuliner (SWK).

Sebelum eksekusi, pihak kecamatan dan kelurahan telah menggelar sosialisasi sejak 12 Oktober 2026. Jadwal pembongkaran yang sejatinya direncanakan pada pekan ketiga Oktober pun sempat digeser ke tanggal 28 Oktober atas kesepakatan bersama dengan para pedagang.

“Para pedagang sangat kooperatif dan memahami bahwa mereka berdiri di atas lahan pemkot. Semangat kami bukan meniadakan aktivitas ekonomi, melainkan memindahkan mereka ke tempat yang ramah aturan,” lanjutnya.

Hingga saat ini, sebanyak enam pedagang telah mendaftar dan meninjau lokasi baru di SWK. Para pedagang yang mayoritas berasal dari luar kawasan Genteng seperti Benowo, Siwalankerto, hingga Perak mulai menyebar ke sejumlah lokasi usaha baru, di antaranya Taman Prestasi, SWK Karah, dan SWK Kasuari di Krembangan.

Pos terkait