
Surabaya, (DOC) – Keberhasilan Pemkot Surabaya menembus target 100 persen capaian program Keluarga Berencana (KB) menarik perhatian lembaga internasional.
Surabaya kini masuk dalam jajaran dua kota utama di Indonesia yang dilirik The Challenge Initiative(TCI) Global Hub untuk pengembangan layanan kesehatan reproduksi skala global.
Perwakilan TCI Global Hub meninjau langsung Puskesmas Pacarkeling pada Kamis (29/10/2026) untuk memetakan kualitas layanan dan sistem rujukan kontrasepsi di Surabaya.
Dari 15 kota awal di Indonesia, Surabaya berhasil lolos hingga tahap penilaian akhir bersama Kota Depok.
“Kami melihat Pemkot Surabaya sangat antusias dan berkomitmen kuat. Kepemimpinan serta rasa memiliki yang tinggi dari pemerintah daerah menjadi alasan utama kami menilai kesiapan kota ini,” ujar Senior Program Manager TCI Global Hub, Kate Graham.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya, Ida Widayati, menegaskan pemkot kini mengalihkan fokus ke efektivitas penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan.
Langkah ini diambil untuk mengikis rasa takut masyarakat terhadap prosedur medis sekaligus memantapkan ketahanan ekonomi dan pola pengasuhan keluarga.
“Target pusat memang sudah 100 persen, tetapi penjangkauan Pasangan Usia Subur (PUS) tidak boleh berhenti. Edukasi MKJP terus kami dorong agar perencanaan kehamilan warga Surabaya jauh lebih matang dan sejahtera,” pungkas Ida.





