Abror Bisa Satukan Parpol Untuk Koalisi Hadapi Pilwali

Surabaya,(DOC)Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djurait digadang-gadang bisa menjadi ‘jago‘ dari koalisi besar parpol di Pilwali Surabaya 2015. Pria yang juga mantan pemimpin redaksi sejumlah media cetak ini diharapkan bisa menandingi elektabilitas Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Hal ini disampaikan Plt Ketua DPD Golkar Surabaya, M Alyas.
Menurutnya, Dhimam Abror adalah jagonya seluruh parpol yang terlibat dalam koalisi besar Pilwali Surabaya.
“Kita sudah komunikasi secara intens dan mendalam dengan parpol lainnya. Seperti Gerindra PKS, Demokrat dan PAN. Jadi tinggal akadnya saja. Apalagi sudah terbangun chemistry. Pak Abror ini jagonya koalisi,” tandas Alyas disela-sela menerima pengembalian formulir pendaftaran Cawali dari Dhimam Abror di kantor DPD Golkar Surabaya di Jalan Adityawarman, Jumat (22/5/2015).
Lebih lanjut Alyas juga berharap kepada PKB, Hanura dan Nasdem untuk segera ikut merapat dan bergabung dalam koalisi besar parpol.
“Kita sudah sangat cair dan akrab serta hampir tidak ada perbedaan,” tuturnya.
Di Partai Golkar, Abror cawali pertama yang secara resmi menyerahkan formulir kesediaan untuk dicalonkan oleh Golkar. Sebelumnya Golkar Surabaya telah melaunching 10 nama yang dianggap layak untuk diusung sebagai cawali Surabaya.
“Untuk deadline penetapan calon yang kita usung sekitar pertengahan Juli. Karena akhir Juli sudah pebdaftaran ke KPU Surabaya,” papar Alyas.
Menurut Alyas mendaftarnya Abror di internal Golkar merupakan respon positif. Sebab, dengan perubahan konstelasi peta politik Surabaya menjelang Pilkada Serentak, otomatis mensolidkan internal partai dengan parpol lain.”Kami sudah berkomunikasi dengan parpol lain dan sudah direspon untuk membentuk koalisi bersama,” ujarnya.
Kedatangan Dhimam Abror ke DPC Golkar Surabaya didampingi Prof. Sam Abede Pareno, sebagai sahabat. Berkas pendaftaran Abror diterima oleh Tim Penjaringan Bacawali-Bacawawali sekitar pukul 14.30 WIB. Berkas tersebut diterima langsung oleh Ketua DPD Golkar Surabaya, M. Alyas didampingi Tim penjaringan.
Dikatakan Dhimam, intensnya gerakan politik yang dilakukan, diharapkan mampu mendongkrak semangat Parpol lain bahwa Pilwali Surabaya belum selesai. Meski sampai sekarang elektabilitas Tri Rismaharini dan PDIP Surabaya masih dominan.
“Karena sampai saat ini tidak ada yang berani. Termasuk tokoh-tokoh politik lain di Surabaya. Oleh karena itu saya memberanikan untuk maju. Insyallah bermanfaat bagi Surabaya ke depan,” tandas Dhimam.
Ditambahkan Abror, bahwa apa yang dilakukan ini sebagai bentuk tanggungjawab politik ingin membaktikan pengalamannya. Baik sebagai wartawan dan komunikator.
“Saya ingin Surabaya 5 tahun ke depan menjadi kota internasional. Industri kreatif bisa menjadi ikon kita. Surabaya ini kota budaya. Semua stakeholder harus kita libatkan dalam pembangunan. Yak opo enake bangun Suroboyo, tapi ojok sak enake,” ungkapnya.
Ditanya apa yang selama ini sudah dilakukan untuk ‘bekal’ maju dalam Pilwali, Dhimam Abror menjelaskan bahwa dirinya sudah memiliki kantong-kantong relawan. Yang akan mensisialisasikan dan memperjuangkan dirinya.
“Ini perjuangan politik, tidak ada sesuatu yang pasti. Semua kemungkinan bisa terjadi. Saya optimis, saya turun dan bicara dengan masyarakat serta parpol. Ini yang jadi modal saya. Selain itu saya bentuk tim dan buka posko relawan sudah 6 posko. Antara lain Kebraoan, Tandes, Gubeng, Karangpilang, Menanggal,” katanya.(wh/r7)