Surabaya,(DOC) – Kabar mengenai pernyataan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional(PAN), Zulkifli Hasan yang akan turun sendiri ke Surabaya, jika masih ada persoalan ditingkat bawah terkait surat rekomendasi partai untuk pasangan Calon Walikota(Cawali) dan Calon Wakil Walikota(Cawawali) Partai Demokrat – PAN, Rasiyo-Dhimam Abror, dianggap jaminan kuat bagi keberlangsungan Pilkada Surabaya tepat waktu, bulan Desember mendatang.
Pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya, Hariadi mengungkapkan, pernyataan itu mengindikasikan bahwa Partai PAN akan all-out merebut kursi Walikota, sehingga petinggi Partai PAN tersebut menginginkan Pilwali tepat waktu yaitu 9 Desember 2015 mendatang.
“Hal itu merupakan jaminan yang cukup melegakan sebenarnya. Bahwa DPP PAN telah menseriusi terkait kasus rekom asli yang terus dipertanyakan sampai saat ini,” ujar Hariadi, saat ditemui, Senin (17/08/2015).
Menurut Hariadi, jaminan dari Ketua PAN tersebut mengindikasikan komunikasi politik ditingkat pusat tidak ada persoalan. Kendati begitu ada beberapa hal yang perlu disorot.
“Ada indikasi menjadi permainan kader ditingkat bawah. Sebab, DPP PAN sendiri sudah memberikan jaminan,” ujarnya.
Jika terbukti, petinggi PAN seharusnya bisa mengeluarkan sanksi kepada bawahannya terkait penahanan surat rekom tersebut.
“Tapi bagaimanapun juga hal itu merupakan indisipliner. Sehingga perlu adanya sanksi,” imbuh Hariadi.
Terpisah, Ketua DPD PAN Surabaya, H. Surat menyatakan sikap partainya sampai saat ini menunggu arahan dari pusat, yang disampaikan oleh pengurus DPW PAN Jatim.
“Kami tidak berani melangkahi. Sampai saat ini belum ada arahan dari pusat, ditunggu saja,” katanya.
Surat menyatakan, adanya kabar bahwa rekomendasi tersebut akan diserahkan pada tanggal Rabu besok (19/8/2015), bisa saja dimungkinkan.
“Kalau memang perintah DPP demikian, ya kami serahkan. Tapi sebenarnya rekomendasi print-out via email itu sudah menunjukkan komitmen PAN untuk tidak menunda pelaksanaan Pilwali serentak”,pungkasnya.(r7)