
Surabaya,(DOC) – Pemkot Surabaya kembali menjalin kerja sama dengan salah satu maskapai penerbangan. Kali ini Pemkot melakukan MoU dengan Citilink, yang bertujuan memberikan fasilitas pendidikan pilot para pemuda dari keluarga kurang mampu dan punya prestasi, agar dapat bekerja di Citilink.
Dalam penandatanganan MoU kali pertama ini, Citilink langsung memberikan bea siswa kepada 5 orang lulusan penerbangan Banyuwangi, yang akan menempuh pendidikan penerbangan lagi dan rencananya langsung dipekerjakan.
Walikota Surabaya menjelaskan, bahwa bantuan Citilink melalui kerja sama ini sangat luar biasa, karena sudah di nanti cukup lama. Pemkot selama ini ingin membantu memfasilitasi para pemuda yang memiliki prestasi, namun kurang biaya.

“Saya bersyukur Citilink bisa melakukan MoU dengan Pemerintah Kota Surabaya, ini moment yang ditunggu – tunggu untuk bisa membantu anak – anak kita yang ingin melanjukan sekolah di penerbangan khususnya menjadi pilot,” ungkap Wali kota dengan suara parau, saat menggelar MoU dengan managemen Citilink di Lobby Balaikota Surabaya,Kamis(14/9/2017).
Wali kota sempat menceritakan kondisi anak-anak yang memiliki prestasi dari keluarga kurang mampu, terpaksa menjadi pengamen untuk melanjutkan jenjang pendidikannya. Hal inilah yang menjadi misi Pemkot Surabaya untuk mengentas mereka.
“Artinya di Surabaya masih banyak anak – anak yang berada hidup digaris kemiskinan dan kekurangan biaya untuk sekolah sesuai prestasinya,” imbuh Wali kota perempuan ini .
Ia menjelaskan, sekarang ini terdapat 4 ribu anak kurang mampu yang ditampung oleh Pemkot Surabaya. Mereka membutuhkan pekerjaan dan pendidikan yang layak.
“Masih ada 4 ribu anak di Surabaya yang kondisi tidak mampu yang membutuhkan pekerjaan, saat ini mereka masih ditampung oleh Pemkot Surabaya, dan ini memang tugas kita(Pemkot,red) untuk membantu mereka ,”tandasnya.

Masih Risma, tujuan adanya MoU dengan Citilink adalah agar mereka bisa melanjutkan sekolahnya jurusan Pilot dengan biaya yang ditanggung oleh Citilink, dan nantinya bisa bekerja di pesawat Citilink.
“Kerja sama dengan Citilink banyak untungnya untuk bisa membantu anak – anak kita yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolahnya, tentunya biaya yang menanggung pihak Citilink, dan otomatis setelah lulus langsung bekerja di Pesawat Citilink sebagai Pilot Pesawat,” katanya.
MoU dibidang pendidikan dengan pihak Citilink, memang baru pertama kali dilakukan Pemkot. Namun untuk kerjasama dibidang penjualan produk UKM Binaan, Pemkot telah memulainya sejak awal.
Dalam moment ini, salah satu pelaku UKM yang telah menikmati hasil kerjasama ini, juga dihadirkan dan sempat memberikan presentasi atas kesuksesannya.
Ia adalah Mina warga Kecamatan semampir, yang mengaku dirinya kini memperoleh pendapatan lebih berkat bimbingan Pemkot Surabaya.
“Berkat kerjasama ini, otomatis pendapatan ekonomi saya juga meningkat dan bertambah,” ungkap Mina, disela acara MoU dengan Citilink.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurcahyo mengatakan, kerjasama dengan Pemkot Surabaya ini, tak akan berhenti sampai disini, karena Citilink nanti juga mempunyai program Sumber Daya Manusia(SDM) untuk mengembangkan pelayanan segala rute penerbangan.
Jumlah pesawat yang dibutuhkan untuk melayani semua jurusan standarnya sekitar 50 unit, dan bertahap akan dipenuhi. Ditahun 2018 mendatang, Citilink akan ketambahan 3 pesawat lagi untuk melayani konsumen.
“Saat ini masih ada 5 orang mahasiswa jurusan pilot yang dibiaya oleh Citilink, nantinya pasti akan bertambah untuk memenuhi standar quota penerbangan,” kata Juliandra
Begitu juga soal penambahan jumlah pramugari Citilink. Juliandra menambahkan, kemungkinan juga akan di penuhi dengan kerjasama – kerjasama seperti ini.
“Seperti usulan Wali kota untuk jalur bea siswa juga di buka untuk pendidikan pramugari. Kemungkinan kerjasama ini terpenuhi guna mencapai jumlah standar quota penerbangan,” pungkasnya.(rob)





