Info Nadiem Makarim Ditunjuk Menteri, PDOI Jatim Protes

Foto : Demo Gojek(DOK)

Surabaya,(DOC) – Munculnya nama Nadiem Makarim yang rumornya bakal masuk dalam daftar menteri di kabinet kerja jilid II Pemerintahan Jokowi-Mar’uf Amin, memicu reaksi dari Perhimpunan Driver Online Indonesia(PDOI) Jawa Timur.

Mereka memiliki catatan khusus terhadap sosok Nadiem Makarim atas kinerjanya di perusahaan driver online berbasis aplikasi yaitu Gojek.

Bacaan Lainnya

Menurut Humas PDOI Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, pemikiran inovatif Nadiem Makarim masih sangat dibutuhkan di Gojek. Untuk itu, sangat disayangkan apabila Nadiem harus mundur dari perusahaan star up yang berdiri sejak 2012 lalu.

“Berbuat dan berkarya untuk negeri, tidak harus menjadi menteri,” kata Daniel, Selasa (22/10/2019).

Namun, Daniel tetap menghormati keputusan yang telah diambil oleh pendiri dan CEO Go-Jek tersebut.

“Namun kami juga punya hak untuk mengingatkan Pak Jokowi perihal menteri yang akan ditunjuknya, meski itu hak preogratif presiden,” ujar Daniel, yang juga salah satu penggugat Permenhub 108 yang dikabulkan Mahkamah Agung.

Sementara itu, Herry Wahyu Nugroho, Ketua PDOI Jawa Timur, mengatakan, bentuk protes terhadap nama Nadiem Makarim hanya berupa pesan saja dan belum ada rencana untuk turun ke jalan.

“Belum ada rencana untuk demo dalam waktu dekat terkait Nadiem nantinya jadi menteri. Kami masih wait and see dulu,” kata Herry.

Senada dengan pernyataan Rahmatullah Riyadi, Sekretaris PDOI Jawa Timur.

“Kami masih menampung aspirasi dari arus bawah terlebih dahulu,” katanya.

Namun Rahmat menilai, sosok Nadiem masih belum layak menjadi menteri.

Contoh skala kecil saja, lanjut Rahmat, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

“Padahal, pesatnya peningkatan bisnis yang diterima Gojek saat ini tidak lepas dari para mitranya,” pungkasnya.(robby)

Baca Juga:  Ingin Dana BOS Tepat Sasaran, Ini Terobosan Menteri Nadiem

Pos terkait