Ibu Bayi Hidrosefalus Mendapat Santunan Modal Usaha Dari Pengusaha

Surabaya,(DOC) – Seorang pengusaha asal Surabaya, Sutjipto Joe Angga mempunyai rasa empati terhadap Dina Oktavia (21), ibu dari Muhammad Pandhu Firmansyah (6 bulan), bayi yang menderita Hidrosefalus dan kerusakan pada bagian wajah.

Ia memberikan santunan untuk kedua kalinya kepada Ibu dan anak tersebut, saat menjenguknya di Rusunawa Gunungsari, Blok A Nomer 112, Sabtu(4/1/20202).

Bacaan Lainnya

Santunan kedua ini dikhususkan untuk modal usaha pada Dina Oktavia untuk melanjutkan hidupnya. “Pada kunjungan pertama saat Aqiqahnya Pandhu, Bu Dina (Dina Oktavia,red) curhat akan memulai usaha di awal 2020,” kata pria lulusan West London College, Inggris, yang datang bersama Daniel Lukas Rorong, Ketua Komunitas Tolong Menolong.

Kala itu, lanjut Angga, ia berinisiatif menanyakan usaha yang akan dijalani Dina Oktavia, sampai soal modal yang diperlukan dan bagaimana pemasarannya. Saat mengetahui semangat ibu Pandhu, Angga menyanggupi memberi modal dengan menggalang dana dari relasinya yang tergabung dalam group WA pertemanan. Uang yang terkumpul sebesar Rp.11.500.000, atau lebih besar dari kebutuhan modal yang disampaikan oleh Dina Oktavia sebesar Rp 6 juta.

“Ini sebagai bentuk empati saya bersama Teman SJA (Soetjipto Joe Angga,red) terhadap apa yang dialami oleh Ibu Dina. Murni kemanusiaan. Karena memang, sejak muda, saya sudah berkecimpung di dunia kemanusiaan,” tandas aktifis pelayanan Gereja Bethel Indobesia (GBI) Rock Surabaya.

Sumbangan ini, kata dia, taka da kaitannya dengan keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Surabaya pada Pilwali 2020 periode mendatang. “Tidak ada kaitannya dengan majunya saya dalam kancah Pemilihan Walikota Surabaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Dina Oktavia mengaku akan membuka usaha rumahan berupa pudding susu dalam kemasan botol. Ia juga mengucapkan rasa syukurnya atas pemberian bantuan modal tersebut. Sekaligus berterimakasih kepada semua pihak yang pernah membantu beban hidupnya dan anaknya.

“Jadi, saya bisa mendapatkan penghasilan, sambil tetap fokus untuk merawat anak saya, Pandhu, yang membutuhkan perhatian dari saya,” kata Dina yang sedang menjalani sidang gugatan cerai terhadap mantan suaminya, Muhammad Abdul Azis (23) di Pengadilan Agama Surabaya.

Sebelumnya usaha rumahan ini telah dijalaninya dulu untuk menghidupi keluarga termasuk anaknya Pandhu. Namun karena terkendala modal, usahanya berhenti.(r7)