Fraksi PKS Minta Pemkot Surabaya Lindungi Kawasan Lahan Basah dari Perusakan Dampak Pembangunan Properti

Surabaya, (DOC) – Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, Selasa (2/2/2021),
Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati, meminta Pemkot Surabaya terus memelihara dan mengembangkan kawasan lahan basah di Surabaya.

“Lahan basah itu penyumbang keanekaragaman hayati yang tinggi. Seperti Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) areanya hutan mangrove, tiap tahun menjadi tujuan transit burung migran dari penjuru dunia bagian utara. Tim ITS pernah meneliti, di mangrove Wonorejo ada burung-burung yang menempuh jarak amat jauh dengan jalur migrasi Asia Utara hingga ke Asia Tenggara dan Australia,” ujar Aning dalam rilisnya, Selasa (2/2/2021)

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, tujuan mereka singgah ke lahan basah Surabaya untuk mencari makanan dan bermigrasi meninggalkan musim dingin di belahan bumi utara. Bisa juga dijadikan tempat untuk berkembang biak burung-burung migran tersebut.

Potensi inilah yang menjadi alasan dikembangkannya ekowisata di kawasan tersebut

“Sudah tepat Surabaya menetapkan kawasan mangrove sebagai kawasan konservasi. Saya berharap kawasan lahan basah lainnya seperti di sekitar Suramadu juga mendapat perhatian dan pencegahan dari perusakan kawasan akibat pembangunan properti dan sejenisnya. Jangan sampai kita kehilangan potensi keindahan ekowisata yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada kota ini,” ungkap dia.

Selain sebagai sumber keanekaragaman hayati, lanjut dia, lahan basah Surabaya juga berperan dalam fungsi tata air kota. Reklamasi kawasan pesisir menjadi permukiman yang tidak terkendali akan memicu dampak banjir. “Karena itu lahan basah harus kita jaga dengan serius,” pesan Aning yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya.

Aning juga berharap agar Surabaya bisa mendapat akreditasi sebagai Kota Lahan Basah Dunia. “Tahun lalu Kementerian LHK menyampaikan sinyal seperti itu dan pemkot menyiapkan segala persyaratannya. Saya berharap Surabaya segera mendapat predikat tersebut. Agar kita punya tanggung jawab menjaga lahan basah dengan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Sesuai tema World Wetland Day kali ini.” pungkas Aning. (dhi)