Bikin Ruwet Jalan, Warga Tanjungsari Keluhkan Pedagang Buah Berjualan di Pedestrian

Surabaya, (DOC) – Komisi B DPRD Surabaya menerima surat pengaduan warga Tanjungsari terkait aktivitas pedagang buah di sepanjang Jalan Tanjungsari. Karena hampir setiap hari terjadi kemacetan di jalan tersebut, sementara belum ada penindakan dari petugas Satpol PP.

Menurut Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Mahfudz, karena agenda depan padat,maka persoalan ini akan dirapatkan di internal komisi dulu agar mendapat perhatian.

Bacaan Lainnya

“Kami memahami persoalan di Jalan Tanjungsari memang sudah lama dikeluhkan warga. Dulu kita komunikasikan ke Satpol PP dan sudah ditindaklanjuti. Namun karena masih bandel, ya coba nanti akan kita hearingkan, ” ujar dia.

Menurut politisi muda PKB ini, keluhan warga cukup beralasan.Jika melihat keluhan mereka dan kasus di lapangan yang terjadi, memang banyak terjadi pelanggaran yang perlu ditindak tegas. Mulai penggunaan badan badan jalan untuk bongkar muat barang hingga penggunaan jalur pedestrian untuk berjualan.

“Ya, tapi kita tidak mau terburu-buru menyimpulkan.Perlu dikaji lebih dalam, bagaimana izinnya, bagaimana keluhan warga sekitar dan sebagainya. Jadi, ini akan kita rapatkan dulu,”tandas dia.

Seperti diketahui, salah seorang warga Marjuki mengeluhkan para pedagang buah yang barang dagangannya meluber ke badan jalan dan jalur pedestrian diminta untuk memindahkan barang dagangannya. Kalau tidak, petugas akan mengangkutnya secara paksa.

” Saya juga sudah dengar itu. Tapi tetap saja belum ada respons, ” tutur dia.

Dia mengakui, tingkat kemacetannya memang tidak separah dulu. Namun ketika ada aktivitas bongkar muat yang memakan badan jalan, maka jalur tersebut selalu padat. Apalagi, yang melintas di Jalan Tanjungsari rata-rata kendaraan besar, seperti trailer.

Lebih jauh, dia mengatakan, warga setempat sudah mengirimkan surat pengaduan ke DPRD Surabaya , namun hingga kini belum ada kepastian kapan masalah ini dibahas dalam hearing oleh para wakil rakyat tersebut.

“Penjual buah di pinggir jalan itu baru ada sekitar setahun. Sebelumnya tidak ada masalah, tapi sekarang jalannya semakin ruwet. Warga butuh solusi untuk selesaikan ini,” ungkap dia. (dhi)