Ajeng Wira Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Lewat Pelatihan Membatik

Ajeng Wira Wati: Batik Bukan Sekadar Seni, Tapi Jalan KemandirianSurabaya,(DOC) – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, terus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan membatik yang di selenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Rabu(22/10/2025) hingga Sabtu(25/10/2025), terselenggara di RW 1 Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng. Sebanyak 22 peserta berusia antara 18 hingga 70 tahun mengikuti pelatihan tersebut.

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan tindak lanjut dari pokok pikiran hasil aspirasi masyarakat, hasil ide gagasan Ajeng Wira Wati. Tujuannya tak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan melestarikan budaya lokal.

“Perempuan yang memiliki keterampilan membatik bisa mandiri secara ekonomi. Mereka bisa menambah penghasilan dan membantu perekonomian keluarga,” ujar Ajeng Wira Wati, Jumat (24/10/2025).

Ajeng menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang berekspresi bagi perempuan untuk menyalurkan kreativitas seni dan mempererat kebersamaan di lingkungan sekitar.

Ia berharap pelatihan membatik tersebut berkembang menjadi komunitas kreatif baru di tingkat akar rumput.

“Ketika kelompok usaha terbentuk, mereka akan saling mendukung dan berbagi pengalaman. Itu yang kita harapkan,” tambahnya.

Hasil karya para peserta nantinya akan di pamerkan di Ruang Pamer Rumah Padat Karya Viaduct Gubeng. Ajeng berharap produk batik hasil pelatihan mampu bersaing di pasar dan menjadi peluang usaha baru.

“Kalau di kelola serius, batik ini bisa punya nilai jual tinggi dan membuka lapangan kerja. Ini langkah nyata pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuaniantoro, menyampaikan bahwa pelatihan membatik di Gubeng akan terus di kembangkan agar lebih inklusif.

“Ke depan, kami berharap pelatihan ini juga di ikuti peserta laki-laki. Keterlibatan semua pihak akan membuat kegiatan pelestarian batik lebih hidup dan berdampak luas,” ujarnya.(r7)

Pos terkait