Jakarta (DOC) – Dua hari beruntun menghadirkan kisah pilu di Piala Dunia 2026 setelah Neymar dan Cristiano Ronaldo sama-sama gagal mengantar negaranya melangkah ke perempat final.
Nestapa lebih dulu menghampiri Neymar ketika Brasil secara mengejutkan kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar, Senin (6/7/2026), sehingga langkah Selecao terhenti lebih cepat.
Belum reda kesedihan yang menyelimuti Brasil, giliran Cristiano Ronaldo merasakan nasib serupa setelah Portugal takluk 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar, Selasa (7/7/2026).
Hasil tersebut membuat dua ikon sepak bola dunia itu sama-sama gagal mewujudkan impian menutup karier internasional dengan membawa negaranya menembus delapan besar, apalagi meraih trofi Piala Dunia yang selama ini menjadi target terbesar mereka.
Piala Dunia 2026 memang menjadi panggung yang dipenuhi pemain-pemain ikonik, mulai dari Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga Neymar yang sama-sama menjadi sorotan karena menjalani edisi terakhir dalam karier mereka.
Kini, satu per satu kisah para legenda mulai mencapai penghujungnya, dengan Neymar dan Ronaldo menjadi dua nama besar yang harus mengakhiri perjalanan secara beruntun dalam kurun waktu hanya dua hari.
Bagi Neymar, kekalahan Brasil dari Norwegia bukan sekadar menghentikan langkah timnya, tetapi juga diyakini menjadi penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia.
Seusai pertandingan, Reuters melaporkan Neymar memberi isyarat kuat mengenai akhir perjalanannya bersama tim nasional.
“Saya sudah berusaha, sekarang semuanya telah berakhir,” tutur eks pemain Barcelona itu.
Ucapan tersebut langsung ditafsirkan sebagai salam perpisahan dari pemain berusia 34 tahun itu setelah lebih dari satu dekade menjadi wajah utama sepak bola Brasil.
Neymar pun menutup kiprahnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil tanpa pernah berhasil mempersembahkan trofi Piala Dunia bagi negaranya.
Sehari berselang, kisah serupa dialami Cristiano Ronaldo yang harus menerima kenyataan Portugal tersingkir setelah dikalahkan Spanyol lewat gol Mikel Merino pada masa injury time.
Ronaldo sebelumnya telah memastikan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya sehingga kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan sang megabintang di panggung empat tahunan.
BBC menyebut hasil itu menjadi penutup emosional bagi perjalanan Ronaldo yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia sejak 2006, tetapi tak pernah mampu membawa Portugal mencapai partai final.
Meski berasal dari negara dan generasi yang berbeda, Ronaldo dan Neymar dipersatukan oleh akhir cerita yang nyaris identik di Piala Dunia 2026.
Selama lebih dari 15 tahun, keduanya menjadi simbol sepak bola negaranya masing-masing sekaligus menginspirasi lahirnya generasi baru melalui berbagai rekor dan prestasi individu.
Ronaldo mengangkat derajat Portugal menjadi salah satu kekuatan utama Eropa melalui sederet gelar internasional. Sedangkan Neymar memikul harapan besar mengembalikan Brasil ke puncak kejayaan dunia.
Namun, di balik semua pencapaian tersebut, keduanya sama-sama gagal meraih trofi Piala Dunia yang selalu menjadi impian terbesar sepanjang karier mereka.
Ironisnya, takdir mempertemukan Ronaldo dan Neymar dalam bab terakhir yang serupa ketika sama-sama datang sebagai pemimpin generasi baru. Tetapi harus tersingkir di babak 16 besar tanpa sempat kembali merasakan atmosfer perempat final.
Dalam rentang waktu hanya dua hari, dunia sepak bola seolah dipaksa menyaksikan berakhirnya kisah dua ikon terbesar abad ke-21.
Kini estafet kepemimpinan beralih kepada generasi baru seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, Lamine Yamal, Jude Bellingham, dan Jamal Musiala. (rd)