Arhanud TNI AD Gelar Latihan Perang di AWR Lumajang

Lumajang,(DOC) – Artileri Pertahanan Udara TNI Angkatan Darat, menggelar latihan menembak senjata berat (Latbakjatrat) Terintegrasi Tahun 2022 di Lapangan Tembak Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (29/1/2022).

Dalam latihan tersebut disimulasikan dua pesawat tempur musuh jenis F-16 yang terbang memasuki wilayah NKRI dengan melakukan manuver.

Bacaan Lainnya

Setelah pesawat jenis F16 melakukan manuver dan atraksi, pasukan Arhanud melakukan penembakan ke pesawat dengan menggunakan meriam hingga rudal mistral dan strastreak.

Tidak lama kemudian akhirnya pesawat tersebut hancur berkeping-keping setelah rudal mistral dan strastreak tepat sasaran.

Latihan tersebut melibatkan 500 personel dari sejumlah Batalion Arhanud serta puluhan alat utama sistem persenjataan yang dimiliki Pussenarhanud berupa Rudal mistral atlas, Strastreak, MCP, LML, MMS.

Kegiatan latihan tersebut digelar 4 hari mulai Sabtu hingga Selasa 26-29 Maret 2022.

Selain itu Alutsista yang digunakan seperti jenis Atlas, radar MCP Mistral yang mempunyai akurasi tinggi dengan peralatan yang canggih yang dilengkapi alat deteksi pada sasaran tembak untuk membendung serangan lawan dari udara.

Latihan tersebut dipimpin langsung Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud Kodiklatad Mayjen TNI Karev Marpaung ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit Arhanud dalam mengawaki Alutsista Arhanud serta melatihkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman udara saat ini.

Latihan disimulasikan dalam suatu skenario pertempuran baik pada siang maupun malam hari untuk memberikan gambaran kepada prajurit sesuai dengan tugas pokok Arhanud sebagai pengawal udara NKRI.

Komandan Kodiklatad TNI AD Letjen TNI Ignatius Yogo Triyono memberikan apresiasi serta kebanggannya terhadap pelaksanaan latihan kali ini.

“Latihan menembak senjata berat terintegrasi kali ini hasilnya sudah jauh lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. Sekarang kelebihannya adalah dintegrasikan dengan Kohanudnas TNI AU. Pertahanan udara adalah hal yang paling penting di Indonesia. Kita sudah punya radar dengan kemampuan jangkauan 250 km,” jelasnya.

Baca Juga:  Jaga Kilang Minyak Cilacap, TNI AD Terjunkan 110 Personel

Tentu dengan komitmen ini, TNI AD terus mempemoderen alusista yang dimiliki, sehingga kedepan alusista bisa ‘di perkuat lagi.

“Alusista yang dimiliki Arhanud, sehingga mempertahankan kedaulatan negara Republik Indonesia,” tutur Yogo Triyono.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Latihan Pussenarhanud Kolonel Arh Blasius Popylus selaku Komandan Latihan menjelaskan bahwa latihan ini mengerahkan rudal-rudal canggih dan berbagai jenis meriam yang dimiliki satuan Arhanud TNI AD di seluruh Indonesia saat ini.

“Rudal-rudal itu di antaranya Rudal Mistral (Atlas dan MPCV), Starstreak jenis Lightweight Multiple Launcher (LML) dan Multi Mission System (MMS). Selain itu juga beberapa meriam Arhanud seperti kaliber 20 mm Rheinmetal, 23 mm/Zur, 40 mm/L70 dan 57 mm, ” terangnya.

Dalam pelaksanaan latihan ini, untuk memberikan gambaran realisme latihan secara utuh tentang fungsi Arhanud maka dilaksanakan integrasi dengan TNI AU khususnya Komando Pertahanan Udara Nasional berupa penggelaran CMOV (Central Monitoring and Observation Vehicle) serta pengerahan 2 pesawat tempur jenis F-16 dari Skuadron 3 Lanud Iswahjudi. Keberadaan serta manuver dua pesawat tersebut mampu ditangkap oleh Radar CM 200 (Shikra) dan Radar MCP.

Pesawat udara musuh disimulasikan dengan menggunakan sasaran target drone berupa banshee maupun aeromodelling elektrik.

Kemunculan ancaman udara tersebut akan ditindaklanjuti dengan prosedur pengendalian operasi Arhanud yaitu pencarian (detection), pengenalan (identification), penjejakan (tracking), penghancuran (destruction).

Selanjutnya Satuan Tembak Arhanud yang menerima perintah melakukan penembakan menggunakan meriam maupun rudal untuk menghancurkan sasaran. (Imam)

Pos terkait