D-ONENEWS.COM

Banjir dan Longsor Landa Yogyakarta, Puluhan Kecamatan Terendam, 5.046 Warga Mengungsi

Yogyakarta (DOC) – Bencana banjir dan tanah longsor terus menghantui wilayah Indonesia. Setelah banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, banjir dan longsor juga melanda wilayah Yogyakarta. Banjir dan longsor ini mengakibatkan 5.046 warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungsi dan bermalam di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Dilaporkan juga adanya 2 korban meninggal dunia.

Manager Pusdalops BPBD DIY, Danang Samsu Rizal mengatakan, di Kabupaten Kulon Progo terdapat empat kecamatan terdampak banjir yang meliputi Panjatan, Wates, Sentolo dan Temon.

“Sedangkan terdampak longsor di Kecamatan Kokap dan Girimulyo berdampak 580 penyintas tersebar di enam titik pos evakuasi dengan penyintas terbanyak di stadion Cangkring berjumlah 500 orang dan kemungkinan terus bertambah karena sampai saat ini masih dalam proses evakuasi untuk daerah Bendungan Kecamatan Wates,” bebernya, Senin (18/3/2019).

Untuk wilayah Gunungkidul, ada sembilan kecamatan terdampak banjir dan lonsor yang berada di Wonosari, Purwosari, Semanu, Panggang, Tepus, Playen, Tanjungsari, Gedangsari, Karangmojo dan Patuk. Bencana di daerah ini mengakibatkan 39 orang mengungsi.

“Wilayah Sleman dilaporkan terdapat pohon tumbang di Kecamatan Sayegan dan Minggir,” katanya.

Di Kota Yogyakarta, terdapat pohon tumbang di Kecamatan Kotagede, serta genangan di Kecamatan Umbulharjo dan sumur longsor di Kecamatan Mergangsan.

Danang mengatakan, wilayah terdampak paling banyak terdapat di Kabupaten Bantul meliputi 14 Kecamatan 35 Desa yang terdiri dari 26 Desa tersebar di 10 Kecamatan terdampak banjir, dan 9 Desa yang tersebar di 7 Kecamatan terdampak longsor.

“Sedangkan Angin Kencang menyebabkan pohon tumbang di 12 titik yang tersebar 10 Kecamatan 12 Desa. Sampai saat ini terdapat 17 titik evakuasi dengan jumlah penyintas sebanyak 4.427 Jiwa,” ucapnya.

BPBD mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

“Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh. Agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir,” kata Danang.

Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan petugas dan sumber-sumber terpercaya.(kcm/ziz)

Loading...

baca juga