Banjir Lahar Semeru Terjang Sumberlangsep, Ratusan Warga Dievakuasi di Tengah Arus Deras

Banjir Lahar Semeru Terjang Sumberlangsep, Ratusan Warga Dievakuasi di Tengah Arus DerasLumajang,(DOC) – Hujan deras memicu banjir lahar Gunung Semeru dan kembali mengancam permukiman di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Warga segera mengevakuasi barang-barang rumah tangga serta hewan ternak ke lokasi yang lebih aman, Minggu(7/12/2025). Proses penyelamatan berlangsung cepat karena petugas TNI-Polri, BPBD Lumajang, dan relawan langsung turun membantu.

“Kami fokus mengevakuasi warga dan barang-barang mereka ke tempat aman. Anak-anak bahkan kami gendong agar tidak terseret arus,” ujar Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Jauhar Ma’arif.

Bacaan Lainnya

Petugas bersama warga melewati medan berat dan derasnya aliran lahar dingin Sungai Regoyo. Mereka mengangkut kasur, sofa, lemari, dan ternak seperti kambing, sambil berjuang melawan arus yang terus bergerak. Sejumlah rumah hampir tidak tampak karena material vulkanik menimbunnya hingga menyisakan bagian genteng di permukaan.

“Sebagian warga menyelamatkan diri ke rumah kerabat atau ke wilayah utara sungai. Hingga siang hari, sekitar 30 warga sudah berada di pos pengungsian,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho.

Data awal menunjukkan dampak cukup besar, di antaranya:

  • 15 rumah warga dan 1 masjid tertimbun material vulkanik
  • 3 sepeda motor hilang
  • 2 rumah di Dusun Kajang Kosong hanyut terbawa arus lahar
  • 137 kepala keluarga sempat terisolasi
  • 30 warga mengungsi di Balai Desa Jugosari

Warga Menolak Relokasi

Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menawarkan relokasi ke Hunian Tetap (Huntap) Desa Sumbermujur. Namun sebagian warga tetap memilih tinggal di kawasan rawan demi melanjutkan mata pencaharian mereka.

“Kami sudah mengimbau warga untuk tidak tinggal di Dusun Sumberlangsep sejak lama. Meski begitu, beberapa warga tetap bertahan karena alasan mata pencaharian dan kesuburan lahan,” ujar Bupati Lumajang, Indah Amperawati.

Ia menegaskan bahwa warga yang menolak relokasi harus menandatangani berita acara sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab.

Baca Juga:  Gunung Semeru Mulai Keluarkan Lava Pijar

“Kami tetap menawarkan relokasi. Tetapi jika mereka menolak, mereka wajib menandatangani berita acara penolakan sebagai bukti bahwa pemerintah sudah berupaya menyelamatkan mereka,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga mempercepat upaya pemulihan. Salah satunya adalah pembangunan jembatan gantung sepanjang 270 meter yang menggantikan jembatan limpas yang rusak diterjang lahar.

“BNPB akan membangun jembatan gantung dan tim mereka sudah meninjau lokasinya,” tambah Bupati Indah.

Pemkab Lumajang juga menata ulang jalur lahar agar alirannya tidak semakin melebar, sekaligus memastikan tidak ada warga yang kembali menghuni zona berbahaya.(r7)

Pos terkait