BEI Bidik 50 IPO di 2026, Transaksi Harian Dipatok Rp15 Triliun

BEI Tancap Gas di 2026: Bidik 50 IPO, Transaksi Harian Rp15 Triliun  Jakarta,(DOC) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target ambisius sepanjang 2026. Tidak hanya mengejar penambahan emiten, BEI menyiapkan fondasi besar untuk mendorong pasar modal Indonesia naik kelas dan semakin diperhitungkan di tingkat global.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menegaskan bahwa 2026 akan menjadi tahun krusial dalam peta jalan pengembangan bursa. Sepanjang tahun tersebut, BEI menargetkan kehadiran 50 saham baru dari total 555 pencatatan efek.

Bacaan Lainnya

BEI memasukkan target tersebut ke dalam strategi jangka panjang guna menjaga momentum pertumbuhan pasar modal nasional.

“Kami telah menyiapkan arah perkembangan Bursa untuk lima tahun ke depan agar momentum pertumbuhan pasar modal terus terjaga,” ujar Iman, Sabtu (3/1/2026).

Target Likuiditas: Transaksi Harian Rp15 Triliun

Selain mengejar penambahan emiten, BEI juga menargetkan peningkatan aktivitas transaksi. BEI membidik Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp15 triliun sepanjang 2026.

Target ini mencerminkan optimisme BEI terhadap likuiditas pasar, sembari tetap memperhitungkan dinamika ekonomi makro, baik domestik maupun global.

Iman menilai kinerja emiten menjadi faktor kunci dalam menjaga daya tarik pasar modal. Karena itu, BEI terus mendorong perusahaan potensial untuk melantai di bursa, termasuk melalui peningkatan kualitas tata kelola dan keterbukaan informasi.

BEI juga menempatkan perluasan basis investor sebagai pilar utama pertumbuhan. Sepanjang 2026, BEI menargetkan penambahan 2 juta investor baru.

Untuk mencapai target tersebut, BEI akan memperluas kanal edukasi dan informasi pasar modal agar menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan beragam.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencapaian Target

Meski memasang target tinggi, Iman menyadari bahwa BEI tidak bisa mencapainya sendiri. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan pasar modal.

“Kami percaya pencapaian visi ini membutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder. Kami sangat mengharapkan dukungan dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal,” katanya.

Baca Juga:  Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang 85 Unit Kendaraan Operasional

Optimisme BEI mendapat dukungan dari kondisi pasar di awal tahun. Pada perdagangan Jumat pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,66 persen ke level 8.703,82. Nilai transaksi bahkan sempat menembus Rp21,15 triliun, mencerminkan tingginya minat pelaku pasar.

Sinyal positif tersebut memperkuat keyakinan BEI bahwa target ambisius 2026 bukan sekadar angka di atas kertas. Dengan fondasi yang disiapkan sejak dini, BEI optimistis Masterplan BEI 2026–2030 akan menjadi lompatan besar bagi pasar modal Indonesia menuju panggung global.(ode/r7)

Pos terkait